Jelajah Jawa dan Bali, MJI Gelar Touring Sembari Telusuri Sejarah

Senin, 24 Agustus 2026 | 03:42:32 WIB
Mercedes Jip Indonesia [FOTO: NET].

JAKARTA - Komunitas Mercedes Jip Indonesia (MJI) kembali melangsungkan agenda jelajah bertajuk Royal Heritage Touring 2026, sebuah aktivitas yang memadukan ekspedisi perjalanan dengan eksplorasi sejarah, kearifan budaya, panorama alam, serta interaksi sosial masyarakat setempat.

Melalui perjalanan maraton selama 10 hari tersebut, sebanyak 150 unit kendaraan Mercedes Jip beserta 150 peserta sukses melintasi titik-titik jejak sejarah yang tersebar di dua pulau terpisah, yakni Pulau Jawa dan Bali.

“Royal Heritage mengingatkan bahwa turing bukan sekadar menghitung jarak atau mengejar jumlah destinasi, namun lebih daripada itu, yakni tentang orang-orang yang berjalan bersama, pengalaman yang dibagikan, tantangan yang dilalui, serta kenangan yang tercipta sepanjang perjalanan,” kata Ketua Turing Ngurah Firnanda dalam keterangan resminya, Senin (24/8/2026).

Eksplorasi ini menjadi sarana MJI dalam menyatukan hobi otomotif dengan narasi rekam jejak sejarah Nusantara.

Deretan destinasi yang disinggahi memiliki korelasi erat dengan lintasan panjang peradaban Indonesia, mulai dari bekas pusat pemerintahan kerajaan hingga wilayah pesisir pantai.

Selama melintasi Jawa, iring-iringan mengunjungi Keraton Cirebon, Keraton Yogyakarta, Keraton Mangkunegaran Surakarta, hingga situs Trowulan di Mojokerto. Area Trowulan menjadi salah satu lokasi krusial lantaran sarat akan nilai historis peninggalan Kerajaan Majapahit.

Ekspedisi lantas mengular menuju kawasan Bondowoso. Selain menaklukkan rute light off-road di sekitar Kawah Wurung, para peserta menyelenggarakan aksi bakti sosial bagi warga di area Taman Galuh.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen MJI guna memberikan dampak positif secara nyata bagi penduduk di sepanjang daerah lintasan.

Tiba di Banyuwangi, rombongan bertandang ke De Djawatan Benculuk yang ikonis dengan bentangan pohon trembesi raksasa.

Usai menyusuri rindangnya hutan tersebut, perjalanan berlanjut menuju Pelabuhan Muncar guna menyaksikan secara langsung dinamika kehidupan masyarakat pesisir yang menggantungkan roda perekonomian dari hasil laut.

Ujian tantangan yang berbeda kemudian menyapa lewat jalur cross country di sisi selatan Banyuwangi.

Lintasan aspal berganti menjadi medan berkerikil tajam, diwarnai tanjakan serta turunan curam yang menguji ketangguhan mobil sekaligus solidaritas antarpeserta.

Usai menyeberang menuju Pulau Dewata, petualangan berlanjut mengarungi lanskap Black Lava Gunung Batur, Ubud, hingga area Klungkung.

Di Klungkung, rombongan menelusuri kompleks Kerta Gosa yang bertaut erat dengan riwayat Kerajaan Klungkung serta riwayat tragedi Puputan Klungkung 1908.

Seusai tuntas menjelajahi berbagai wilayah dan tapak sejarah yang ada, seluruh rombongan memungkas rangkaian turing tersebut lewat gelaran Malam Katana di Kuta usai menempuh sembilan hari perjalanan.

Agenda turing ini mendapat sokongan dari pelbagai pihak seperti BNI46, Pertamina, Pertamina Patra Niaga, dan we.the.fork.

Di samping itu, dukungan turut hadir dari Beras New Sumo, Beras Putri Koko, Indonesia Power, Appipa Indonesia, Titis.sampurna, Seventofivecafe, MFS Lawfirm, Indonesia Power, Bintang Tribhuana Jaya, Inkalum, Herbamojo, Prececion Pipe Indonesia, serta Dream Wheel Project.

Terkini