Tinjau Korban Gempa NTT, Presiden Prabowo Pastikan Penanganan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:32:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat peluncuran dan groundbreaking program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto diagendakan melakukan penerbangan dari Pulau Bali menuju wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu pagi, guna meninjau secara langsung situasi para pengungsi sekaligus memantau proses penanggulangan dampak bencana gempa bumi di sejumlah titik wilayah NTT.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang turut mendampingi rangkaian lawatan kerja Presiden di Bali dan NTT, memaparkan bahwa kepala negara hendak menyaksikan langsung kondisi warga serta memastikan seluruh tahapan penanganan darurat dan pemenuhan logistik kebutuhan hidup masyarakat berjalan secara optimal.

“Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berjalan efektif dalam menangani gempa di Pulau Flores, NTT,” kata Mensesneg Prasetyo di Denpasar, Bali, saat dihubungi dari Jakarta, Rabu pagi (26/8/2026).

Pras—panggilan akrab sang Mensesneg—menambahkan bahwa sejak hari pertama terjadinya bencana, Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar pengiriman bantuan logistik dieksekusi secara cepat, tepat sasaran, serta merata ke seluruh kawasan yang terdampak.

 Tercatat dalam rentang waktu 15 Agustus 2026 hingga 24 Agustus 2026, sebanyak 204,22 ton bahan pangan pokok, 27,71 ton makanan siap saji, 10,29 ton air mineral, beserta pasokan obat-obatan, tenda, selimut, matras, perangkat komunikasi, hingga dua unit fasilitas rumah sakit (RS) lapangan telah berhasil didistribusikan ke daerah-daerah terdampak di Pulau Flores, NTT.

“Dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak juga terus diperkuat melalui pengerahan berbagai fasilitas kesehatan tanggap bencana. KRI Soeharso-990 milik TNI Angkatan Laut telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, yang difungsikan sebagai RS lapangan, sementara RS Kapal Ksatria Airlangga telah berada di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur, untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Pras.

Lebih lanjut, Pras menerangkan bahwa di tingkat regional setempat, dua unit rumah sakit lapangan tambahan juga telah difungsikan secara aktif; masing-masing berlokasi di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, guna melayani tindakan operatif yang sejauh ini telah mencatatkan 29 kali tindakan operasi secara akumulatif, serta di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, untuk menopang pelayanan darurat medis berikut prosedur operasi serta perawatan bagi para korban luka gempa.

Di samping itu, Pras menegaskan bahwa rangkaian mitigasi dan pemulihan pascagempa di NTT tidak akan berhenti sekadar pada fase tanggap darurat semata.

“Pemerintah akan memastikan proses pemulihan dilanjutkan secara bertahap, tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan,” kata Pras.

Sebagai penutup, Pras menggarisbawahi bahwa pihak pemerintah akan terus bekerja keras guna memastikan segenap masyarakat NTT yang tertimpa musibah senantiasa merasakan kehadiran negara dan tidak berjuang sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit akibat bencana.

Terkini