JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan terhadap rencana pembukaan 8.000 hektare lahan pertanian baru di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Saya catat tadi saran dari Bupati (Bupati Nagekeo) ya. Saya kira ini bagus sekali, kami akan dukung," ujar Kepala Negara dalam rapat koordinasi penanganan pascagempa NTT yang dipantau daring dari saluran Sekretariat Presiden di Jakarta, Rabu.
Presiden meminta agar pemerintah daerah dapat menjamin ketersediaan air untuk menyokong pengembangan kawasan pertanian tersebut. Pasokan air tersebut dinilai bisa memanfaatkan bendungan yang ada atau melalui sistem pengeboran jika dibutuhkan.
Menurut Presiden, kepastian pasokan air merupakan kunci utama agar pengelolaan lahan pertanian berjalan secara optimal. Langkah ini difokuskan guna memperkokoh ketahanan dan produksi pangan di kawasan setempat.
Tak hanya sektor pertanian, Kepala Negara juga mendorong pemanfaatan lahan seluas kurang lebih 100 hektare di sekitar area pesisir pantai untuk sektor budidaya ikan.
"8.000 hektare, mungkin yang 100 hektare dekat pantai kami bikin budidaya ikan dan yang pantai kami juga bikin budidaya ikan juga," katanya.
Presiden menilai area 100 hektare sudah tergolong luas untuk digarap sebagai pusat perikanan budidaya, sedangkan sisa 8.000 hektare diprioritaskan sepenuhnya bagi sektor pertanian.
Bupati Nagekeo Simplisius Donatos memaparkan bahwa lahan pertanian tersebut terpusat di kawasan Mbay. Sebagian besar kawasannya berada cukup jauh dari laut, sementara area sekitar 100 hektare berada di pesisir pantai.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan bahwa kebutuhan pasokan air pertanian dapat mengandalkan Bendungan Lambo. Progres fisik bendungan tersebut kini telah mencapai 90 persen dan diproyeksikan rampung dalam rentang waktu dua hingga tiga bulan mendatang.
Bendungan tersebut dirancang memiliki kapasitas daya tampung mencapai 45 juta meter kubik. Ketersediaan air dari bendungan ini membuat proyek lahan pertanian seluas 8.000 hektare siap dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur saluran irigasi.