BCA Raup Laba Rp35,25 Triliun pada Juli 2026 Naik 1,57 Persen

Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:28:32 WIB
Bank BCA.

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) atau BCA mencatatkan perolehan laba bersih senilai Rp35,25 triliun hingga posisi Juli 2026.

Pencapaian kinerja tersebut meningkat 1,57 persen secara tahunan (year on year) apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni sebesar Rp34,70 triliun.

Merujuk publikasi laporan keuangan bulanan perseroan, perolehan laba bersih pada periode ini ditopang oleh perolehan pendapatan bunga yang tumbuh 1,48 persen secara tahunan dari Rp53,79 triliun menjadi Rp54,59 triliun.

Di sisi lain, beban bunga BCA mengalami kenaikan sebesar 8,85 persen secara tahunan menjadi Rp7,88 triliun jika dibandingkan dengan periode tahun lalu sebesar Rp7,24 triliun.

Dengan demikian, perolehan pendapatan bunga bersih yang diraih BCA menyentuh angka Rp46,70 triliun, atau mengalami kenaikan tipis 0,33 persen dari posisi sebelumnya Rp46,55 triliun.

Laba bersih bank swasta terbesar di Indonesia tersebut juga didukung oleh kontribusi pendapatan komisi serta pendapatan operasional lainnya.

Hingga Juli 2026, BCA membukukan kenaikan pendapatan komisi sebesar 8,37 persen menjadi Rp11,89 triliun, serta pendapatan lainnya yang melonjak 40,67 persen menjadi Rp757,77 miliar.

Perseroan turut berhasil menekan pengeluaran beban operasional lainnya hingga menyusut 11,29 persen menjadi Rp3,47 triliun dibandingkan posisi Juli 2025 yang tercatat sebesar Rp3,92 triliun.

Penurunan beban nonbunga tersebut salah satunya disumbang oleh komponen impairment yang turun 0,23 persen secara tahunan menjadi Rp1,90 triliun dari semula Rp1,91 triliun.

Sementara itu, BCA mencatatkan pertumbuhan pada laba operasional sebesar 1,40 persen menjadi Rp43,22 triliun pada Juli 2026 dari posisi sebelumnya sebesar Rp42,63 triliun.

Adapun perseroan mencatatkan rugi nonoperasional senilai Rp257,77 miliar, setelah pada periode Juli 2025 lalu membukukan rugi sebesar Rp141,51 miliar.

Ditinjau dari fungsi intermediasi, total penyaluran kredit BCA menembus angka Rp1.000,88 triliun, atau tumbuh 8,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp923,51 triliun.

Sejalan dengan ekspansi tersebut, total aset perseroan menguat 7,44 persen secara tahunan menjadi Rp1.575,89 triliun dari posisi sebelumnya senilai Rp1.466,75 triliun.

Pertumbuhan kredit hingga Juli 2026 ini disokong oleh perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.257,72 triliun, atau tumbuh 8,23 persen dari Rp1.162,05 triliun.

Peningkatan DPK perseroan didorong oleh dana murah (current account saving account/CASA) yang menguat 10,86 persen menjadi Rp1.074,47 triliun dari sebelumnya Rp969,18 triliun.

Terkini