Konsumsi Semen Domestik Naik Beri Sentimen Positif SMGR dan INTP 2026

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:41:31 WIB
Ilustrasi Karyawan SIG menyiapkan semen kantong yang siap kirim.

JAKARTA - Konsumsi semen domestik menunjukkan tren kenaikan sepanjang tujuh bulan pertama 2026. Permintaan yang solid tersebut pun menjadi angin segar bagi kinerja emiten semen seperti PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP).

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) mencatat volume penjualan grup sebesar 21,5 juta ton sepanjang tahun berjalan hingga Juli 2026, naik 5,1 persen secara tahunan. Realisasi tersebut setara 55,2 persen dari proyeksi Mirae Asset Sekuritas untuk 2026 dan masih berada dalam kisaran run rate 53-56 persen.

Namun, SMGR menghadapi tekanan pada pangsa pasar domestik. Pada Juli 2026, pangsa pasar domestik perseroan turun menjadi 45,1 persen, atau merupakan level terendah setidaknya dalam 60 bulan. Volume domestik SMGR pada 7 bulan 2026 mencapai 17 juta ton, tumbuh 7,8 persen secara tahunan, meskipun pangsa pasarnya turun menjadi 47 persen.

Sementara itu, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) membukukan volume penjualan 10,3 juta ton pada 7 bulan 2026, tumbuh 6,4 persen secara tahunan. Realisasi tersebut setara 53,3 persen dari proyeksi 2026 dan masih berada dalam kisaran run rate 52-54 persen.

INTP juga mencatat pemulihan pangsa pasar pada Juli 2026. Volume penjualan bulanan mencapai 1,9 juta ton, naik 18,6 persen secara bulanan dan 13,2 persen secara tahunan. Pangsa pasar INTP naik menjadi 31,3 persen, meningkat 2 poin persentase secara bulanan maupun tahunan.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andreas Saragih mengatakan konsumsi semen domestik mencapai 36,1 juta ton sepanjang 7 bulan 2026, tumbuh 9,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Realisasi tersebut juga sedikit berada di atas pola historis 5 tahun dan mencapai 56,6 persen dari proyeksi Mirae Asset untuk setahun penuh 2026.

“Konsumsi semen domestik naik menjadi 6,1 juta ton pada Juli 2026, didukung cuaca kering, basis rendah tahun lalu, serta percepatan pekerjaan infrastruktur,” tulis Andreas dalam risetnya, Rabu (26/8/2026).

Pada Juli 2026 saja, konsumsi semen domestik mencapai 6,1 juta ton, tumbuh 10,9 persen secara bulanan dan 5,9 persen secara tahunan. Kenaikan terjadi baik pada semen kantong maupun curah seiring kondisi cuaca yang lebih kering serta percepatan pekerjaan infrastruktur.

Pertumbuhan konsumsi juga ditopang sejumlah program pemerintah, antara lain pembangunan dapur SPPG, KDKMP, Sekolah Rakyat, rekonstruksi Sumatra, dan program pembangunan 3 juta rumah.

Mirae Asset mempertahankan pandangan Neutral terhadap sektor semen dengan target harga yang tidak berubah. Untuk SMGR, Mirae Asset memberikan rekomendasi Buy dengan target harga Rp2.750 per saham. Sementara INTP memperoleh rekomendasi Trading Buy dengan target harga Rp6.500 per saham.

Mirae Asset menilai kuartal III secara musiman merupakan periode terkuat bagi konsumsi semen, meskipun investor disarankan tetap mencermati risiko suku bunga tinggi, rasionalisasi belanja pemerintah, pelemahan rupiah, serta harga energi. Sementara itu, katalis positif datang dari potensi konsumsi yang lebih kuat dan peluang kenaikan harga jual.

Terkini