Cegah Karhutla, Kemenhut Buka Kanal Pengaduan Resmi bagi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:41:01 WIB
Petugas Manggala Agni dari Kemenhut saat memadamkan api yang membakar lahan [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meluncurkan saluran resmi sistem pengaduan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Ditjen Gakkum Kehutanan pada tautan https://pengaduan.gakkum.kehutanan.go.id sebagai langkah menggenjot kepedulian serta partisipasi masyarakat.

"Setiap laporan yang masuk akan menjadi bagian dari upaya deteksi dini dan memperkuat langkah pemerintah dalam mencegah serta menangani karhutla,” kata Direktur Pencegahan dan Penanganan Pengaduan Kehutanan Kemenhut Yazid Nurhuda di Banjarbaru, Kalsel, Kamis(27/8/2026). 

Tiap-tiap laporan dari publik terkait dugaan pembakaran, pembukaan lahan tanpa izin, maupun tindakan yang berpeluang memicu kebakaran bakal diverifikasi serta ditindaklanjuti secara berbarengan dengan unit teknis di lapangan.

Yazid menyerukan kepada masyarakat agar tidak ragu menyetorkan informasi bilamana menjumpai indikasi pembakaran atau aktivitas yang berpotensi memantik kebakaran.

Partisipasi publik memegang peranan krusial untuk mempercepat langkah penanganan pemerintah sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih parah.

Kementerian Kehutanan konsisten mengokohkan tata kelola pengendalian karhutla selaras dengan garis kebijakan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni lewat penguatan langkah pencegahan, pengasahan kapasitas personel, pengamanan area kawasan, hingga kolaborasi antarsektor.

Langkah ini tentu tak sanggup berjalan mandiri tanpa topangan dari Manggala Agni, Polisi Kehutanan, TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, sukarelawan, Masyarakat Peduli Api, sektor usaha, serta warga yang bahu-membahu bekerja di lapangan.

Yazid menekankan bahwasanya upaya pengendalian karhutla tak sekadar berfokus menjaga kelestarian hutan, namun juga melindungi publik dari ancaman kabut asap, bahaya gangguan kesehatan, serta risiko bencana akibat kebakaran.

Kementerian Kehutanan menjamin segenap potensi yang dimiliki akan terus bergerak secara padu supaya kawasan hutan tetap lestari dan masyarakat senantiasa terlindungi.

Di wilayah Kalimantan Selatan, karhutla terus meluas dengan rincian data BPBD teranyar mencatatkan 1.927 peristiwa, 9.167,35 hektare area terdampak, serta 11.179 titik panas (hotspot) yang terpantau.

Terkini