Bobby Nasution Fasilitasi 1.000 Sertifikasi Halal UMKM Sumut

Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:58:32 WIB
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Bank Indonesia dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memacu penguatan industri halal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui perhelatan Sumut Halal Fest 2026 di Medan, Rabu (26/8/2026).

Program tersebut menargetkan pemantapan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk penyediaan fasilitasi 1.000 sertifikasi halal bagi UMKM Sumatera Utara guna mendedel daya saing dan memperluas cakupan akses pasar.

Sumut Halal Fest 2026 bergulir pada 26–27 Agustus 2026 di Ex-Medan Club, Kota Medan. Agenda tersebut mempertemukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, BPJPH Republik Indonesia, serta sederet mitra strategis dalam rangka memperkokoh ekosistem ekonomi syariah di daerah.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan bahwasanya industri dan produk halal saat ini kian digandrungi masyarakat, baik di skala nasional maupun global. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang emas bagi pelaku UMKM daerah untuk menggenjot daya saing sekaligus memperluas pasar.

“Industri halal dan produk halal semakin diminati masyarakat, baik nasional maupun global. Karena itu, kami perlu terus meningkatkan sertifikasi halal bagi UMKM di Sumatera Utara agar semakin banyak produk unggulan daerah yang memenuhi standar halal, memiliki daya saing, dan dapat menjadi penggerak perekonomian Sumatera Utara,” ujar Bobby dalam keterangan resmi, Rabu (26/8/2026).

Menurut pertimbangan Bobby, sertifikasi halal berperan sebagai salah satu instrumen krusial untuk mendongkrak tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM. Dengan kian banyaknya komoditas yang mengantongi sertifikat halal, pelaku usaha daerah diharapkan sanggup merambah ke pangsa pasar yang lebih luas.

Kepala BPJPH Republik Indonesia Ahmad Haikal Hasan memaparkan bahwasanya Sumatera Utara menyimpan potensi besar dalam pengembangan industri halal lantaran disokong keberadaan banyak pengusaha dan UMKM. Menurutnya, eskalasi kuantitas produk halal dari Sumatera Utara sanggup membuka ceruk pasar yang lebih lapang seiring berkembangnya tren halal lifestyle.

“Sumatera Utara memiliki banyak pengusaha dan UMKM. Dengan semakin meningkatnya produk halal dari Sumatera Utara, akan semakin terbuka peluang untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan UMKM,” ujar Ahmad.

Selain pengurusan sertifikasi, penguatan industri halal juga menuntut adanya pembenahan kualitas produk, pengemasan, branding, digitalisasi, akses pembiayaan, hingga perluasan saluran pemasaran.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara mengutarakan bahwa sektor ekonomi syariah mengantongi potensi besar untuk menopang pertumbuhan ekonomi daerah. Menurut penjelasannya, ekonomi syariah tak sekadar berkelindan dengan sektor keuangan semata, melainkan turut mencakup rantai nilai halal atau Halal Value Chain.

Jejaring rantai nilai tersebut merangkum pelbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman halal, modest fashion, produk kosmetik, pariwisata ramah muslim, sektor pertanian, industri kreatif, UMKM, hingga ekonomi berbasis pesantren.

“Ekonomi syariah bukan lagi sekadar sektor yang terbatas, tetapi telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi riil dan memiliki potensi menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang semakin penting, termasuk bagi Sumatera Utara,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara.

Dalam perhelatan Sumut Halal Fest 2026, bermacam agenda utama dilangsungkan, antara lain Workshop 1.000 Sertifikasi Halal UMKM Sumatera Utara, Seminar Nasional bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Utara dan Himpunan Doktor Ekonomi Syariah (HADESYA), rapat perumusan program kerja ekonomi syariah bersama KDEKS Sumatera Utara, serta Tabligh Akbar.

Melalui penyelenggaraan kegiatan tersebut, pemerintah menaruh harapan agar Sumatera Utara tak cuma berhenti sebagai pasar bagi produk halal, melainkan sanggup menjadi produsen utama sekaligus bagian dari rantai pasok halal di tingkat nasional maupun global.

 Pengokohan industri halal dinilai dapat memberikan dampak berantai yang lebih luas bagi perekonomian daerah melalui akselerasi kapasitas UMKM, pembukaan peluang usaha baru, serta perluasan akses pasar bagi komoditas lokal.

Terkini