Menlu Sugiono Minta Pencak Silat Masuk Eksibisi Olimpiade 2032

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:03:31 WIB
Menteri Luar Negeri RI Sugiono.

JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Sugiono mendorong agar cabang olahraga pencak silat dapat menjadi cabang olahraga eksibisi pada perhelatan Olimpiade yang bakal berlangsung di Brisbane, Australia, pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2032.

"Saya juga menyampaikan kepada Ibu Penny kemarin bahwa kami mohon agar pada saat Olimpiade Brisbane 2032 cabang olahraga pencak silat dipertandingkan sebagai cabang olahraga eksibisi," kata Sugiono di Melbourne, Kamis (27/8).

Menurut Sugiono, organisasi serta komunitas pencak silat telah menjamur di Australia dan sudah lama menantikan dukungan dari negara-negara terkait guna memperkokoh pengembangan serta keberlangsungan seni bela diri tersebut.

Di samping itu, Sugiono menerangkan bahwa dirinya berkesempatan bertatap muka dengan para siswa Brunswick North West Primary School yang mempelajari bahasa Indonesia di Melbourne Cricket Ground sebagai bagian dari agenda Sports Diplomacy pada Rabu (26/8).

“Jadi, merupakan satu kesempatan yang langka juga untuk bisa hadir di stadion tersebut karena menurut apa yang disampaikan kepada saya untuk masuk ke tempat itu juga hanya orang-orang tertentu dan tim membernya saja, itu juga tidak semua,” kata Sugiono.

Dalam gelaran Sports Diplomacy tersebut, Sugiono bersua dengan kapten Collingwood Football Club, Darcy Moore, serta sempat berbincang langsung menggunakan bahasa Indonesia.

Sugiono turut menyampaikan apresiasi kepada Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong beserta pemerintah Australia yang telah memfasilitasi pengajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah setempat.

"Harapannya, dengan pengajaran ini, pelajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah, terutama di kalangan generasi muda Australia, akan semakin membuka gerbang saling mengerti dalam kaitannya dengan hubungan people-to-people bagi generasi mendatang," ujar Sugiono.

Indonesia dan Australia menggelar Pertemuan 2+2 Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan di Melbourne, Rabu (26/8), demi membahas eksekusi penerapan Jakarta Treaty 2026.

Pada 6 Februari 2026, Presiden RI Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese resmi menandatangani Indonesia-Australia Treaty on Common Security yang dikenal luas sebagai Jakarta Treaty 2026.

Kesepakatan historis ini memperkuat intensitas konsultasi tingkat tinggi serta komitmen saling dukung dalam menghadapi tantangan keamanan.

Kerja sama ini mencakup program latihan militer bersama di Indonesia, penempatan perwira senior TNI di ADF, perluasan pertukaran edukasi militer, hingga MoU investasi antara Australia dan Danantara.

Terkini