Ekspansi ke Street Level, Digiplus Bidik 150 Gerai hingga 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:59:33 WIB
Pembukaan gerai baru kedua Digimap di Galaxy Mall Surabaya yang mengusung konsep Apple Premium Partner [FOTO: NET].

JAKARTA — Peritel multibrand gadget yang bernaung di bawah PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), Digiplus, memasang target untuk meresmikan sedikitnya 150 gerai hingga pengujung 2026 lewat strategi ekspansi teranyar. 

Jaringan Digiplus yang sebelumnya identik berada di dalam pusat perbelanjaan atau mal, kini bergerak agresif merambah street level dengan mendirikan free standing store perdananya di Jalan Terogong Raya, Jakarta Selatan.

Head of Marketing Digiplus Dwita Satyanti menjelaskan bahwa kehadiran konsep anyar tersebut menandai pergeseran strategi ekspansi perusahaan demi mendekatkan akses konsumen terhadap produk gawai tanpa mesti berkunjung ke mal. Keputusan Digiplus merambah street level juga menjadi cerminan perubahan perilaku konsumen. 

Melalui pemilihan lokasi yang memiliki arus lalu lintas padat, perseroan berharap tingkat walk in dapat terkonversi menjadi lonjakan angka penjualan. Unit baru tersebut tercatat menjadi gerai Digiplus yang ke-100.

"Berbeda dengan gerai mal yang cenderung menyasar konsumen menengah hingga atas, format street level memberikan fleksibilitas untuk menjangkau segmen konsumen yang lebih luas," ujarnya, Jumat (28/8/2026).

Head of Business Development Digiplus Muhammad Pranoto Utomo mematok target hingga akhir tahun akan ada 150 gerai Digiplus yang beroperasi. Sasaran ekspansi tersebut bukan hanya mengandalkan konsep baru free standing, melainkan juga format gerai di mal serta shop in shop pada department store seperti SOGO dan Metro.

Jangkauan pembukaan gerai baru tersebut tidak sekadar menyasar Jakarta, melainkan melebar ke berbagai kota lain, meliputi Surabaya, Bali, Medan, Makassar, serta secara bertahap membidik kota lapis kedua dan ketiga.

Dilihat dari lini produk, portofolio Digiplus masih ditopang oleh segmen smartphone, dengan perangkat Android tampil sebagai penyumbang terbesar berdasarkan kuantitas penjualan. Sementara dari segi nilai transaksi, lini produk Apple menjadi salah satu pendorong utama. Tiga merek yang mendominasi kontribusi penjualan Digiplus saat ini adalah Apple, Samsung, serta Xiaomi dan OPPO. Kendati demikian, penataan porsi merek di tiap gerai tidak seragam karena disesuaikan dengan profil pasar, tren, dan kontribusi dari masing-masing merek.

Kenaikan Harga dan Pelemahan Daya Beli

Di tengah langkah ekspansi jaringan, manajemen tak menampik adanya tantangan dari tren kenaikan harga gawai. Head of Operations Digiplus Erwin Renehan mengungkapkan bahwa beberapa merek telah menyesuaikan harga sejak akhir tahun lalu, yang salah satunya terdorong oleh lonjakan harga chipset. Penyesuaian harga tersebut, menurutnya, berada di rentang 30%-50%.

Laju kenaikan harga itu berpotensi menekan daya beli masyarakat, khususnya ketika konsumen mulai mengerem belanja barang non-esensial. Walau demikian, Erwin mengamati bahwa produk gawai—terutama smartphone—kini telah bergeser menjadi kebutuhan pokok, bukan sekadar barang sekunder.

Demi menjaga keterjangkauan daya beli masyarakat, Digiplus mengandalkan bermacam skema kemudahan, mulai dari cashback perbankan, fasilitas cicilan lewat lembaga pembiayaan non-bank (NBFI), buy now pay later (BNPL), hingga program trade-in.

"Strategi tersebut diharapkan mampu mengurangi hambatan konsumen akibat kenaikan harga sekaligus mendorong konversi pembelian," ujar Erwin.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, MAPI berhasil membukukan perolehan pendapatan bersih mencapai Rp24,15 triliun. Capaian ini tumbuh 23,36% dari periode sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp19,58 triliun.

Sementara dari sisi bottom line, perolehan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih MAPI menyentuh Rp1,21 triliun pada paruh pertama 2026, atau melonjak 26,49% secara tahunan (year-on-year) dari angka Rp960,92 miliar.

Terkini