ENERGINEWS.ID — Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat membuat akses warga terhadap air bersih semakin terbatas. Menyikapi kondisi itu, YBM PLN UID Kalbar bergerak menyalurkan puluhan ribu liter air bersih ke titik-titik yang paling membutuhkan.
Bantuan tersebut didistribusikan ke Desa Rantau Panjang di Kabupaten Kayong Utara, Parit H. Mukhsin di Kabupaten Kubu Raya, serta sejumlah pondok pesantren dan panti asuhan di Kubu Raya dan Kota Pontianak.
Zakat Pegawai PLN Jadi Sumber Bantuan
Ketua YBM PLN UID Kalbar, Mukhlis Zarkasih, menjelaskan bahwa seluruh bantuan ini bersumber dari zakat yang dihimpun dari pegawai muslim PLN. Menurutnya, program ini adalah wujud nyata bagaimana dana zakat dikelola agar berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat.
"Bantuan ini bersumber dari zakat pegawai muslim PLN. Insyaallah, zakat ini menjadi jembatan kebaikan yang menghadirkan manfaat bagi para penerima sekaligus menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi para muzaki," ujar Mukhlis.
Ia menambahkan, YBM PLN tidak hanya fokus pada bantuan air bersih. Dana zakat yang terkumpul juga dialokasikan untuk program sosial, kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Prinsipnya, penyaluran harus tepat sasaran dan menyentuh langsung kebutuhan warga.
Panti Asuhan Rasakan Manfaat Langsung
Salah satu penerima manfaat, Pengasuh Panti Asuhan Hidayatullah, Ustadz Arief, mengungkapkan rasa syukurnya. Kehadiran air bersih sangat krusial bagi operasional sehari-hari panti, terutama untuk memenuhi kebutuhan anak-anak asuh.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada YBM PLN atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Air bersih sangat dibutuhkan untuk berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari minum, memasak, hingga kebutuhan kebersihan anak-anak di panti," kata Arief.
Ia juga menyampaikan doa agar para muzaki yang menitipkan zakatnya melalui YBM PLN mendapatkan keberkahan. "Semoga seluruh amal baik para muzaki dibalas dengan keberkahan oleh Allah SWT dan menjadi manfaat yang terus mengalir bagi masyarakat," tuturnya.
Komitmen PLN Hadir di Tengah Masyarakat
General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menegaskan bahwa air bersih adalah kebutuhan fundamental yang tidak bisa ditunda. Karena itu, PLN melalui YBM mengambil peran aktif membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses air di tengah musim kemarau.
"Melalui YBM PLN UID Kalbar, kami berupaya hadir membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan warga dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima," ujar Maria.
Penyaluran 64.000 liter air bersih ini menjadi bukti bahwa dana zakat yang dihimpun dari pegawai PLN mampu dikonversi menjadi manfaat nyata. YBM PLN UID Kalbar berkomitmen terus mengoptimalkan pengelolaan zakat agar menjadi energi kebaikan yang berkelanjutan bagi masyarakat Kalimantan Barat.