Partisipasi Multipihak Percepat Pemulihan Pendidikan Pascagempa di NTT

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:59:20 WIB
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (25/8/2026)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan bahwa dukungan partisipasi multipihak dapat mempercepat pemulihan layanan pendidikan pasca-gempa di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Jakarta pada Senin menyampaikan pihaknya berkolaborasi dengan multipihak terus melakukan berbagai upaya tanggap darurat guna mengatasi dampak gempa di Pulau Flores, khususnya berkaitan dengan pemulihan layanan pendidikan.

Mendikdasmen mengatakan bencana alam tersebut menjadi pengingat semua pihak terkait keberlangsungan layanan pendidikan yang merupakan tanggung jawab bersama, sehingga dukungan partisipasi semesta bukanlah sekedar slogan melainkan harus hadir dalam tindakan nyata.

Mendikdasmen menyebutkan dukungan tersebut antara lain ketika perguruan tinggi mengirimkan mahasiswa untuk pendampingan psikososial, organisasi kemanusiaan membantu memenuhi kebutuhan dasar, hingga masyarakat yang juga ikut bergerak.

“Kami sedang membangun kekuatan bersama untuk mempercepat pemulihan pendidikan di Flores,” tegas Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Merujuk data per 23 Agustus 2026, Mendikdasmen menyebutkan jumlah satuan pendidikan yang terdampak di 7 kabupaten dan 97 kecamatan berjumlah 1.918 satuan pendidikan.

Sekolah yang rusak berat, lanjutnya, sebanyak 665 sekolah, kemudian 6.927 ruang kelas rusak berat, dan 141.207 murid terhenti belajar, serta 48.164 warga sekolah mengungsi. Oleh karena itu kebutuhan Ruang Kelas Darurat (RKD) yang diusulkan oleh 785 sekolah adalah sebanyak 2.908 unit.

“Hingga Minggu (30/8) tenda yang sudah terpasang untuk memenuhi kebutuhan RKD sebanyak 89 tenda, sembilan tenda dalam proses pengiriman ke sekolah dari Pos Logistik Pendidikan Manggarai Timur dan dua tenda dalam proses pengiriman dari POS Logistik Labuan Bajo,” ujar Mendikdasmen.

Selain tenda, pihaknya melibatkan mahasiswa untuk melakukan pendampingan dan memberikan layanan psikososial kepada para korban selama masa transisi pembelajaran. Hal ini sejalan dengan upaya Kemendikdasmen dalam memulihkan pembelajaran yang terpaksa terhenti di 1.221 sekolah.

Adapun sesi pendampingan psikososial yang telah dilakukan oleh Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) Undip berlangsung di Kabupaten Ngada pada Jumat (28/8) dan di SD Woe Natarandang, Bejawa pada Minggu (30/8).

Pada masa transisi pembelajaran 2 minggu hingga 3 bulan ke depan, pihaknya juga akan melakukan perbaikan sanitasi dan melakukan asesmen teknis kerusakan oleh tim ahli bangunan.

Berdasarkan data yang dihimpun Tim Sekretaris Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), kerusakan tidak berhenti di ruang kelas melainkan juga atas 418 laboratorium, 1.928 toilet, dan 370 rumah dinas guru.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah hadir dan bergerak bersama untuk membantu pemulihan pendidikan di Flores,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Terkini