ENERGINEWS.ID — Rombongan peserta memulai perjalanan dari kawasan Gedong Kuning setelah menjalani kopi darat (kopdar) singkat. Rute konvoi menyusuri sejumlah titik ikonik kota, termasuk Tugu Yogyakarta dan kawasan Jombor, sebelum berakhir di kantor PLN UP3 Sleman. Suasana pagi yang cerah menambah semarak perjalanan puluhan motor listrik yang melintas di jalanan ibu kota DIY tersebut.
Silaturahmi Pengguna Motor Listrik dari Berbagai Merek
Ketua Kosmik Yogyakarta, Restu, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dikemas berbeda. Selain ajang berkumpul, konvoi menjadi ruang bagi pemilik motor listrik dari berbagai merek untuk bertukar pengalaman seputar penggunaan kendaraan. "Electric City Ride Yogyakarta ini merupakan bagian dari kopdar rutin Kosmik. Selain berkumpul, kami berkeliling Jogja dengan sekitar 45 peserta dari berbagai merek motor listrik. Teman-teman yang memiliki kendaraan listrik dari berbagai merek juga bisa bergabung bersama Kosmik," jelasnya.
Dia mengapresiasi dukungan PLN yang tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga berperan aktif dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Yogyakarta. "Kami sedang berada di PLN UID Yogyakarta yang memiliki charging station paling banyak di Kota Yogyakarta dengan pelayanan yang lengkap dan istimewa. Terima kasih kepada PLN yang sudah menerima kami, menyediakan fasilitas dan mendukung kegiatan kami," ujarnya.
Pengalaman Pengguna: Lebih Senyap, Responsif, dan Hemat
Salah satu peserta, Nur, yang datang bersama istri tercatat baru tiga hingga empat bulan menggunakan motor listrik. Dia mengaku tertarik setelah merasakan kenyamanan berkendara yang berbeda dari motor konvensional. "Kami ikut touring bersama keluarga karena jaraknya dekat. Menggunakan motor listrik terasa lebih nyaman, suaranya lebih senyap dan tidak ada polusi. Saya baru menggunakan motor listrik sekitar tiga sampai empat bulan. Dari sisi tarikan lebih responsif dan pemakaiannya juga terasa lebih hemat," ungkapnya.
Testimoni semacam ini menjadi gambaran bahwa kendaraan listrik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menawarkan efisiensi biaya operasional bagi pemiliknya. Kehadiran keluarga dalam konvoi juga menandakan bahwa kendaraan listrik semakin diterima sebagai moda harian yang layak.
Komitmen PLN: Infrastruktur Pengisian dan Pelayanan Digital
General Manager PLN UID Yogyakarta, Deri Prasetio Utomo, menegaskan peringatan HPN menjadi momentum untuk mendekatkan diri dengan pelanggan. "Electric City Ride Jogja 2026 ini bukan sekadar kegiatan berkendara bersama, tetapi menjadi bentuk semangat kolaborasi PLN dengan pelanggan dan komunitas. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat semakin mengenal kendaraan listrik dan melihat bahwa mobilitas yang lebih bersih dan ramah lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana," kata Deri.
PLN berkomitmen menghadirkan layanan kelistrikan yang andal sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat dalam beralih ke kendaraan listrik. Meski begitu, dia menegaskan dukungan ini tidak terbatas pada merek tertentu. "Semangat Hari Pelanggan Nasional adalah bagaimana PLN terus memberikan pelayanan terbaik dan menghadirkan solusi sesuai kebutuhan pelanggan. Tidak harus melihat merek kendaraannya, semangat kita tetap satu, yaitu bersama-sama mendukung Yogyakarta yang lebih hijau dan bebas emisi," pungkasnya.
Selain infrastruktur fisik berupa stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU), PLN gencar memanfaatkan aplikasi PLN Mobile sebagai kanal layanan digital. Lewat aplikasi tersebut, pelanggan dapat mengakses informasi kelistrikan maupun layanan terkait kendaraan listrik dengan lebih mudah.
Kolaborasi antara PLN dan komunitas diharapkan terus tumbuh, memperluas adopsi kendaraan listrik di tengah masyarakat Yogyakarta. Perayaan HPN 2026 menjadi pengingat bahwa transisi energi tidak selalu butuh langkah besar—sebuah konvoi pagi hari yang melibatkan warga pun bisa menjadi titik awal perubahan gaya hidup yang lebih berkelanjutan.