Cegah Bencana, Jabar Revitalisasi 22 Hektare Perkebunan Teh

Senin, 31 Agustus 2026 | 23:35:35 WIB
Pemprov Jabar revitalisasi kebun teh seluas 22 hektar di Ciater, Kabupaten Subang dan Pangalengan, Kabupaten Bandung telah direvitalisasi untuk cegah bencana [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Barat merehabilitasi 22 hektare area perkebunan teh yang berlokasi di Ciater, Kabupaten Subang, serta Pangalengan, Kabupaten Bandung. Kebijakan ini ditempuh demi mengembalikan fungsi asal kawasan perkebunan yang sempat teralih menjadi bangunan tanpa izin.

Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Gandjar Yudniarsa memaparkan, agenda pemulihan kebun teh dipusatkan pada tiga desa di wilayah Ciater. Langkah penataan ulang ini diharapkan sanggup memitigasi risiko bencana alam sekaligus memperelok estetika lingkungan.

Pada area Desa Ciater, pemulihan lahan mencakup seluas 2 hektare dengan penanaman 15.200 bibit teh. Selanjutnya di Desa Cisaat, kegiatan reboisasi diterapkan pada area seluas 3 hektare dengan menanam 25.000 pohon. Sementara di kawasan Desa Tambakan, penataan meliputi area 1 hektare yang ditanami 10.000 bibit teh.

Gandjar mengutarakan bahwa total area yang telah direhabilitasi di ketiga desa tersebut telah menyentuh 6 hektare dengan akumulasi tanaman teh mencapai 50.200 pohon.

"Perkebunan teh yang direvitalisasi di Pangalengan lebih luas lagi mencapai 16 hektare. Jumlah pohon teh telah ditanam mencapai 198.000 pohon," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/8/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan program ini merangkul partisipasi warga lokal di sekitar area pemukiman perkebunan. Di samping itu, jajaran eks pekerja PTPN turut dilibatkan aktif sepanjang tahapan revitalisasi. Gandjar merincikan ada sebanyak 96 warga yang diperdayakan sebagai pekerja proyek. Perekrutan warga setempat merupakan bagian dari gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Target Revitalisasi Menjangkau 36 Hektare

Gandjar menguraikan, aktivitas penanaman teh akan terus dipacu hingga memenuhi ambang target pemulihan yang ditetapkan. Pemprov Jabar mematok target perbaikan mencakup 12 hektare perkebunan teh di Ciater dan 24 hektare di wilayah Pangalengan.

"Penanaman perdana teh di Ciater, Subang, telah dimulai sejak November 2025, sedangkan di Pangalengan Kabupaten Bandung sejak Desember 2025," pungkas Gandjar.

Terkini