Manulife Indonesia Fokus Pacu Asuransi Jiwa dan Kesehatan di 2026

Selasa, 01 September 2026 | 02:56:32 WIB
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia.

JAKARTA - PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia bakal memacu pertumbuhan roda bisnis pada sisa tahun 2026 lewat penyediaan solusi perlindungan jiwa dan kesehatan.

Di samping itu, jajaran perusahaan turut membidik kebutuhan pendanaan pendidikan, masa pensiun, hingga skema perencanaan keuangan jangka panjang.

Direktur Manulife Indonesia Apriliani Siregar mengutarakan bahwa pihak perusahaan siap memelihara pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan dengan menyelaraskan produk pada kebutuhan nasabah serta menerapkan manajemen risiko yang disiplin.

“Untuk sisa 2026, Manulife Indonesia akan menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dengan memastikan setiap solusi yang kami hadirkan relevan dengan kebutuhan nasabah dan didukung pengelolaan risiko yang disiplin,” katanya kepada Bisnis dikutip Selasa (1/9/2026).

Fokus pengembangan tersebut secara khusus diarahkan bagi kalangan keluarga dan masyarakat usia produktif yang dituntut menyeimbangkan kebutuhan saat ini dengan target finansial jangka panjang.

Berdasarkan temuan Manulife Asia Care Survey 2026, sebanyak 93 persen masyarakat Indonesia menilai kemandirian sebagai wujud warisan paling bernilai bagi keluarga. Hasil riset ini makin mempertegas urgensi ketahanan finansial dalam mengarungi setiap fase kehidupan.

“Karena itu, kami melihat peluang pertumbuhan pada solusi perlindungan jiwa dan kesehatan, sekaligus solusi yang membantu nasabah mempersiapkan pendidikan, masa pensiun, dan perencanaan keuangan jangka panjang. Pertumbuhan ini akan didukung melalui penguatan kanal agency dan bancassurance, peningkatan kapabilitas tenaga pemasar, serta layanan yang semakin mudah diakses. Pendekatan ini sejalan dengan fokus Manulife untuk memperluas akses perlindungan dan membantu lebih banyak keluarga Indonesia membangun ketahanan finansial jangka panjang.”

Langkah strategis tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Manulife dalam memperluas jangkauan perlindungan via penguatan jalur agency dan bancassurance, penggelembungan kapasitas tenaga pemasar, hingga penyediaan layanan yang kian mudah dijangkau.

Manulife mencermati bahwasanya peluang pertumbuhan jangka panjang pada industri asuransi di Indonesia masih terbilang sangat terbuka lebar.

Kendati demikian, akselerasi industri dinilai tidak cukup sekadar mengandalkan peningkatan kesadaran masyarakat, melainkan harus ditransformasikan menjadi kepemilikan polis yang tepat guna serta sanggup dipertahankan dalam jangka panjang.

“Temuan Manulife Asia Care Survey 2026 menunjukkan bahwa masyarakat semakin memandang kemandirian finansial sebagai bagian penting dari masa depan keluarga. Karena itu, kami berharap pertumbuhan industri ke depan didukung oleh produk yang relevan dan transparan, tenaga pemasar yang profesional, proses klaim yang konsisten, serta layanan yang semakin mudah diakses.”

Manulife juga menekankan pentingnya sinergi antara regulator, asosiasi, pelaku industri, hingga mitra distribusi guna memperkuat literasi dan perlindungan konsumen.

Apabila masyarakat telah memahami manfaat perlindungan dan merasakan nilai tambahnya, asuransi diproyeksikan bakal kian melekat dalam perencanaan keuangan keluarga.

Di luar ranah strategi bisnis, Manulife Indonesia melanjutkan penggarapan program Adopt Village di Kampung Cigaok Tengah, Bogor, Jawa Barat, dalam rangka memperingati kiprah 41 tahun perjalanan perusahaan di Indonesia.

Agenda yang diinisiasi sejak Desember 2025 tersebut sukses memperluas ketersediaan akses air bersih dan fasilitas sanitasi bagi lebih dari 3.000 warga setempat, di samping menyajikan edukasi kesehatan, literasi keuangan, kepedulian lingkungan, serta pemberdayaan warga.

Sebanyak 41 relawan dari unsur karyawan dan perwakilan tenaga pemasar turut terjun langsung dalam aksi sosial pada 19 Agustus 2026, mencakup pemeriksaan kesehatan dasar, sesi edukasi, serta kegiatan interaktif bagi anak-anak.

Apriliani menambahkan, partisipasi aktif warga menjadi pilar penting agar kebermanfaatan program sanggup bertahan dalam jangka panjang.

“Peningkatan kualitas hidup masyarakat membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan dan melibatkan komunitas secara aktif. Melalui Manulife Indonesia Adopt Village, kami tidak hanya mendukung penyediaan akses air bersih dan sanitasi, tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan untuk merawat fasilitas tersebut, menerapkan kebiasaan hidup yang lebih sehat, serta memastikan manfaat program dapat berkelanjutan dalam jangka panjang. Kami berharap inisiatif ini dapat memberikan dampak jangka panjang sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat Kampung Cigaok.”

Sejak program digulirkan, warga secara swadaya telah membangun instalasi jaringan pipa distribusi guna mengalirkan air bersih menuju hunian rumah. Progres ini membuktikan besarnya komitmen warga dalam menjaga keberlanjutan program.

Eksekusi program Adopt Village dijalankan Manulife Indonesia bersama deretan pemangku kepentingan, seperti Dompet Dhuafa Social Enterprise, Rumah Sakit Mayapada Bogor, Pemerintah Desa Wargajaya, tokoh masyarakat, komunitas lokal, mitra strategis, hingga segenap warga Kampung Cigaok.

“Perkembangan ini menunjukkan bahwa dampak program tidak berhenti pada pembangunan fasilitas. Ketika masyarakat ikut memiliki, mengembangkan, dan menjaga manfaatnya, di situlah kemandirian komunitas mulai terbentuk. Kami berharap pendekatan Adopt Village dapat terus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kampung Cigaok,” tutup Apriliani.

Terkini