JAKARTA - Pergerakan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melesu pada sesi pembukaan perdagangan Rabu (2/9/2026). Informasi mengenai acuan kurs jual beli dolar AS di perbankan nasional seperti BCA, BRI, Mandiri, serta BNI patut dicermati bagi para pelaku pasar.
Laju rupiah terkoreksi tipis sebesar 0,08 persen atau merosot 14 poin hingga ke posisi Rp17.758 per dolar AS. Pada momen bersamaan, pergerakan indeks dolar AS (DXY) justru merangkak naik 0,10 persen hingga berada pada angka 99,77.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah masih berpotensi tertekan dan ditutup melemah dalam rentang Rp17.740 hingga Rp17.790 per dolar AS. Bayang-bayang kombinasi dinamika pasar global serta sentimen domestik memengaruhi pergerakan tersebut.
Pada lanskap eksternal, para pelaku pasar keuangan terus meninjau eskalasi gejolak politik di Timur Tengah. Teranyar, Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman serangan susulan ke Iran pascaletupan bentrok secara langsung untuk pertama kalinya dalam kurun satu bulan terakhir.
“Hal ini meningkatkan ketegangan dalam konflik yang sebelumnya sempat beralih menjadi kebuntuan ekonomi,” kata Ibrahim, Selasa (1/9/2026).
Sementara dari ranah dalam negeri, perhatian para pelaku pasar tertuju pada sejumlah rilis laporan data ekonomi nasional yang baru diluncurkan oleh pemerintah.
Di jajaran perbankan, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) pada pukul 10.24 WIB mematok e-rate beli sebesar Rp17.760 dan jual Rp17.780 per dolar AS. Sementara tarif TT counter dan bank notes BCA dipasang seragam pada angka beli Rp17.570 dan jual Rp17.850.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menetapkan acuan e-rate pada posisi Rp17.638 untuk beli dan Rp17.779 untuk jual. Pada layanan TT counter, bank BUMN ini mematok angka beli sebesar Rp17.580 serta jual Rp17.880 per dolar AS.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) pada pukul 08.55 WIB merilis special rate di level Rp17.730 untuk beli dan Rp17.760 untuk jual. Sektor TT counter maupun bank notes dipasang sama, yakni harga beli Rp17.520 dan jual Rp17.820 per dolar AS.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) pada pukul 10.35 WIB mematok special rates sebesar Rp17.755 untuk beli dan Rp17.785 untuk jual. Adapun daftar TT counter dipasang pada Rp17.565 (beli) dan Rp17.865 (jual), sedangkan bank notes di kisaran Rp17.620 (beli) serta Rp17.920 (jual).