Super Garuda Shield 2026: Kopaska dan US Navy Asah Kemampuan

Kamis, 03 September 2026 | 18:31:01 WIB
Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dan US Navy [FOTO: NET].

JAKARTA - Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL bersama US Navy melaksanakan simulasi operasi militer di atas geladak kapal dalam rangkaian Latgabma Super Garuda Shield (SGS) ke-V 2026 di Dermaga IKT Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (2/9).

Berdasarkan keterangan siaran pers resmi Mabes TNI yang dirilis pada Kamis, diuraikan bahwa agenda ini dihelat guna mempertajam kapasitas tempur tiap personel sekaligus merekatkan relasi diplomasi antara Indonesia dengan Amerika Serikat.

Berdasarkan rujukan siaran pers tersebut, dijelaskan pula bahwa barisan personel Kopaska beserta US Navy mengeksekusi pelbagai porsi materi latihan sepanjang simulasi berjalan.

"Salah satu materi yang dijalankan selama latihan adalah Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS), Ship Boarding," kata siaran pers tersebut.

Latihan VBSS itu sendiri diorientasikan agar para personel mengantongi kecakapan dalam mengejar, menaiki, menggeledah serta menyita barang-barang muatan kapal yang dinilai mencurigakan.

Di samping VBSS, para prajurit turut melakoni menu latihan close quarter battle (CQB). CQB merupakan materi tempur jarak dekat yang ditujukan untuk mendongkrak kapabilitas personel tatkala menunaikan misi pertempuran di dalam kawasan perkotaan maupun prosedur penggeledahan struktur bangunan.

Seluruh rangkaian sesi latihan tersebut berhasil dituntaskan oleh pasukan Kopaska dan US Navy secara aman serta lancar.

Berdasarkan rujukan siaran pers yang sama, personel Kopaska beserta US Navy menyelaraskan aspek prosedur, pola komunikasi, formasi manuver pergerakan, hingga teknik penyerbuan dengan berpedoman pada standar operasi khusus.

Lewat pelaksanaan latihan ini, pihak TNI menaruh harapan besar agar kompetensi para prajuritnya kian menanjak sehingga mumpuni mengemban misi pengawasan serta pertahanan perairan laut Indonesia.

Di samping itu, disebutkan pula bahwa latihan ini diestimasi mampu mempererat jalinan kemitraan strategis sekaligus interoperabilitas di antara kedua negara dalam ranah keamanan maritim.

Penyelenggaraan ajang SGS tahun 2026 ini melibatkan sebanyak 4.743 prajurit yang berasal dari 21 negara. Mereka mendatangi Indonesia demi menguji kesiapsiagaan operasional pasukan, penguatan diplomasi pertahanan, serta ketangkasan dalam menghadapi pelbagai spektrum tantangan keamanan.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menuturkan bahwa Super Garuda Shield merupakan agenda latihan rutin tahunan yang dihelat pada pelbagai kawasan di Indonesia terhitung mulai 31 Agustus hingga 11 September 2026.

“Super Garuda Shield ini dilaksanakan setiap tahun di Indonesia. Yang hadir ada 21 negara tahun ini. Kemudian jumlah total personel yang berlatih sebanyak 4.743 orang dengan 12 materi yang dilaksanakan,” kata Agus di Bandung, Senin (31/8).

Ke-21 negara partisipan tersebut mencakup Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, serta Vietnam.

Agus memaparkan bahwa rangkaian latihan ini disebar di sejumlah titik wilayah meliputi Bandung, Jakarta, Lampung, Pusat Latihan Tempur TNI AD Baturaja di Sumatera Selatan, hingga Nunukan, Kalimantan Utara. Agenda latihan tersebut nantinya dijadwalkan bakal ditutup secara resmi di Jakarta pada 11 September 2026.

Terkini