JAKARTA - Banderol harga telur ayam ras di Pasar Panorama masih bertahan pada tingkat yang terbilang tinggi.
Kondisi tersebut memaksa masyarakat memutar otak untuk menyesuaikan kembali alokasi pengeluaran rumah tangga, termasuk memangkas volume telur yang dibeli.
Patokan harga telur saat ini bertengger pada kisaran Rp45.000 hingga Rp58.000 per karpet yang berisi 30 butir, bergantung pada tingkat ukurannya.
Bagi telur berukuran kecil dilepas kisaran Rp1.500 per butir, ukuran sedang Rp1.650, sedangkan telur berukuran besar menembus Rp1.850 hingga Rp1.950 per butir.
Seorang pedagang telur di Pasar Panorama, Romi, mengutarakan bahwa harga pasaran telur saat ini masih tergolong lebih tinggi bila dibandingkan beberapa bulan silam.
Variasi harga tersebut utamanya dipengaruhi oleh klasifikasi ukuran telur yang dipasarkan kepada konsumen.
Di mana pasokan telur ukuran kecil dijajakan sekitar Rp45.000 per karpet, ukuran sedang Rp50.000, serta ukuran besar berada di rentang Rp56.000 hingga Rp58.000 per karpet.
Ia menerangkan, ketersediaan stok telur yang dijajakan para pedagang di Pasar Panorama mayoritas masih dipasok dari luar wilayah, salah satunya didatangkan dari Padang.
Faktor kontinuitas pasokan dari luar daerah tersebut menjadi variabel utama yang terus dicermati pedagang dalam merespons dinamika harga di tingkat pasar.
“Harga telur yang masih tinggi turut dirasakan masyarakat yang berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari. Kenaikan harga membuat sebagian konsumen harus mengatur kembali jumlah pembelian agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali,” ujarnya pada Kamis, 3 September 2026.
Salah seorang pembeli, Firman, membeberkan bahwa lonjakan harga telur sangat berdampak pada anggaran belanja harian keluarga.
Ia mengaku terpaksa memotong porsi telur yang dibeli jika dibandingkan dengan kebiasaan sebelumnya.
Jika biasanya sanggup memboyong sekitar 10 butir, kini Firman memilih membeli dalam kuantitas lebih sedikit yang disesuaikan dengan kondisi dompetnya.
Meski begitu, Firman berharap pihak pemerintah dapat lebih gencar turun ke lapangan guna memantau pergerakan harga kebutuhan pokok serta memformulasikan solusi untuk menjaga kelancaran pasokan agar harga telur kembali terjangkau.
“Kondisi harga telur ini membuat masyarakat harus lebih selektif dalam mengatur belanja kebutuhan pangan, terutama ketika harga sejumlah bahan pokok masih mengalami perubahan,” tuturnya.