ENERGINEWS.ID — Samarinda, Infosatu.co – Mauro Jerónimo mengakui laga pertama selalu punya karakter yang berbeda. Setelah rangkaian pramusim yang panjang, pertandingan ini akan menjadi tolak ukur pertama seberapa jauh timnya menyerap filosofi permainan yang ia bangun.
“Pertandingan pertama musim selalu menjadi yang paling sulit karena kami baru mengakhiri pramusim. Kami mencoba menggabungkan pemain, membangun tim baru dan menciptakan identitas baru,” ujar Mauro dalam konferensi pers di Stadion Segiri, Jumat (4/9/2026).
Deftar Debut yang Penuh Semangat, Bukan Beban
Bagi pelatih asal Portugal ini, menghadapi tim sekelas Persija di laga perdananya tidak memunculkan rasa takut. Ia justru melihatnya sebagai kesempatan untuk mengukur kemampuan skuadnya di kandang sendiri.
“Bagi saya tidak ada tekanan. Sejujurnya, saya justru merasa bersemangat dengan tantangan baru ini di Indonesia bersama para pemain saya,” kata Mauro. Ia menegaskan, sepak bola adalah soal kegembiraan dan persaingan yang sehat. “Kami ingin bersaing dengan cara terbaik untuk menghadapi lawan yang sangat kuat. Tetapi kami bermain di kandang. Kami harus percaya diri,” tambahnya.
Mauro menargetkan performa kompetitif dari lebih dari 30 pemain yang ia miliki. Kerja keras selama pramusim difokuskan untuk memastikan kesiapan fisik, teknis, taktis, hingga mental anak asuhnya menghadapi gempuran tim Macan Kemayoran.
Kekuatan Lawan dan Semangat Komang Teguh
Di kubu pemain, bek tengah Komang Teguh Trisnanda buka suara. Ia mengenal betul karakter pelatih Persija, Shin Tae-yong, dari pengalamannya membela Timnas Indonesia. Meski begitu, fokusnya tetap pada target Borneo FC.
“Saya juga dulu pernah satu tim dengan Coach Shin, jadi saya tahu bagaimana Coach Shin. Di pertandingan besok, saya akan memberikan yang terbaik lagi untuk tim Borneo FC dan semoga kita mendapatkan tiga poin,” tegas Komang.
Pertandingan yang dijadwalkan mulai pukul 19.00 WIB ini menjadi panggung bagi Borneo FC untuk membuktikan diri di hadapan Pusamania. Mauro berharap dukungan suporter mampu menjadi energi tambahan bagi skuadnya, layaknya pemain ke-12 di lapangan.
“Suporter akan menjadi pemain ke-12 kami di lapangan. Mereka selalu menjadi kekuatan tambahan bagi pemain, baik dari sisi motivasi maupun antusiasme,” pungkas Mauro.