Tanggap Erupsi Sinabung, Baznas Kirim Bantuan dan Layanan Warga

Jumat, 04 September 2026 | 18:07:01 WIB
Petugas dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI membagikan bantuan untuk penyintas erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI berkolaborasi dengan Baznas Kabupaten Karo bergerak sigap merespons bencana erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, dengan mendistribusikan aneka bantuan serta mendirikan layanan bagi masyarakat terdampak.

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad dalam rilis resmi di Jakarta, Jumat memaparkan pihaknya membagikan bantuan mencakup fasilitas dapur air, hygiene kit, selimut, hingga katering makanan ringan untuk anak-anak terdampak erupsi yang mendiami posko pengungsian.

"Akibat bencana ini banyak warga yang harus mengungsi di tenda dengan segala keterbatasannya. Keberadaan Baznas melalui berbagai layanan dan bantuan ini diharapkan bisa membantu warga terdampak erupsi memenuhi kebutuhan dasar, khususnya makanan," kata Idy.

Idy menegaskan komitmen Baznas untuk hadir mendampingi masyarakat terdampak erupsi, terutama pada pemenuhan logistik dasar selama mendiami lokasi penampungan.

"Hingga saat ini Baznas terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait kebutuhan mendesak yang diperlukan warga. Dengan demikian, bantuan yang disalurkan nantinya dapat diberikan secara cepat dan tepat sasaran," lanjut dia.

Idy menjamin Baznas bakal secara konsisten memantau perkembangan warga terdampak serta menyesuaikan opsi bantuan merujuk pada dinamika kebutuhan di area pengungsian.

Ia turut meminta masyarakat setempat agar tetap bersiaga selama aktivitas erupsi gunung masih terjadi.

Sebagaimana diketahui, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali memuntahkan material erupsi pada Senin (31/8). Bubungan abu vulkanik terlihat membumbung hingga 3.500 meter di atas puncak, yang menyulut kenaikan status aktivitas gunung menjadi Level III atau Siaga.

Erupsi tersebut terjadi sekitar pukul 10.17 WIB. Merujuk data Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kepulan abu pekat berwarna hitam bergerak menuju arah timur hingga tenggara. Ketinggian lontaran abu mencapai sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Badan Geologi mengonfirmasi erupsi itu terekam pada alat seismogram dengan amplitudo maksimal 120 milimeter. Eskalasi aktivitas vulkanik ini turut ditandai oleh lonjakan kegempaan mendasar sebelum erupsi meletus.

Pada 31 Agustus 2026, tercatat adanya 85 kali gempa vulkanik, satu kali gempa hembusan, beserta satu kali tremor harmonik. Rangkaian parameter tersebut dijadikan pijakan utama dalam penetapan status Siaga Gunung Sinabung.

Terkini