JAKARTA — Sariawan merupakan keluhan kesehatan yang umum dijumpai dan sebagian besar tergolong tidak berbahaya. Luka kecil di area mulut biasanya dapat pulih dengan sendirinya dalam rentang waktu satu hingga dua minggu.
Kendati demikian, sariawan yang tak kunjung membaik, mengalami perubahan bentuk, atau disertai gejala lain patut diwaspadai sebagai sinyal penyakit yang lebih serius.
Direktur Bedah Kanker Kepala dan Leher Medanta Noida, Dr. Alok Thakar, menjelaskan bahwa sariawan pada umumnya memiliki karakteristik yang khas.
"Sariawan pada umumnya berukuran kecil, berbentuk bulat atau lonjong, dengan bagian tengah berwarna putih atau kekuningan serta tepian berwarna merah. Sariawan ini biasanya muncul satu per satu atau dalam kelompok kecil dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7 hingga 14 hari," ujar Dr Alok seperti dikutip Times of India.
Salah satu metode sederhana untuk memantau sariawan adalah dengan mencermati durasi lamanya luka tersebut bertahan di area mulut.
Lembaga National Health Service (NHS) menyarankan pemeriksaan medis atau gigi apabila sariawan berlangsung lebih dari tiga minggu.
Sementara itu, National Institute of Dental and Craniofacial Research (NIDCR) menganjurkan agar luka mulut yang belum pulih diperiksakan usai dua minggu, terutama bila dibarengi gejala pendukung.
Lamanya luka bertahan tidak serta-merta menandakan seseorang mengidap kanker, namun kondisi ini menjadi alasan kuat agar tidak meremehkan luka sebagai sariawan biasa tanpa konsultasi medis.
Selain durasi, perubahan bentuk serta tampilan fisik luka juga patut dicermati secara cermat.
Luka mulut dengan dasar keras, menebal, bertepi menonjol atau menggulung, mudah berdarah tanpa pemicu jelas, serta perlahan membesar sebaiknya segera ditangani tenaga medis.
Kehadiran bercak putih atau merah yang menetap juga perlu mendapat perhatian khusus, sebab ketiadaan rasa sakit tidak selalu menjamin kondisi tersebut aman.
Tanda peringatan kerap kali muncul di luar luka dalam mulut, seperti rasa mati rasa pada lidah atau bibir, gigi yang mendadak goyang, kesulitan mengunyah, suara serak berlanjut, hingga benjolan di leher.
Apabila luka tidak kunjung pulih setelah dua hingga tiga minggu, langkah paling tepat adalah berkonsultasi dengan dokter gigi guna mendapatkan penanganan.
Jika ditemukan indikasi yang mencurigakan, dokter dapat merekomendasikan prosedur biopsi berupa pengambilan sampel kecil jaringan guna memastikan diagnosis secara akurat.
"Sebagian besar sariawan memang benar-benar seperti yang terlihat: jinak, ringan, bersifat sementara, dan tidak berbahaya," ujar Dr. Thakar. “Namun, mulut juga merupakan salah satu bagian tubuh yang paling mudah diperiksa untuk mendeteksi tanda-tanda awal dari kondisi yang lebih serius.”