KrediOne Salurkan Pembiayaan Rp7,3 Triliun Hingga Agustus 2026 Naik

Sabtu, 05 September 2026 | 20:17:01 WIB
Ilustrasi Fintech.

JAKARTA - Platform layanan pinjaman digital PT Inovasi Terdepan Nusantara atau KrediOne mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan hingga Agustus 2026 sebesar Rp7,3 triliun.

Capaian tersebut meningkat sebesar Rp2,7 triliun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp4,6 triliun.

Pertumbuhan ini menjadi momentum positif bagi KrediOne di tengah dinamika industri pinjaman daring yang dituntut makin disiplin menjaga kualitas pembiayaan, pengelolaan risiko, kepatuhan, serta kepercayaan konsumen.

Bagi KrediOne, pertumbuhan tidak sekadar diukur dari besarnya volume penyaluran, melainkan dari kemampuan membangun fondasi bisnis yang sehat serta berkelanjutan.

Direktur Utama KrediOne Kuseryansyah menyampaikan bahwa industri pindar saat ini sedang berada dalam fase yang menuntut tingkat disiplin lebih tinggi.

Menurutnya, pertumbuhan industri membuktikan kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan digital tetap tinggi, meski ekspektasi terhadap kualitas dan tanggung jawab industri ikut meningkat.

“Karena itu, bagi KrediOne, pertumbuhan harus selalu berjalan bersama dengan pengelolaan risiko, responsible lending, kepatuhan, dan perlindungan konsumen,” kata Kuseryansyah dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).

Kuseryansyah menjelaskan bahwa kondisi industri yang kian dinamis justru mendorong perusahaan untuk semakin selektif dan inovatif dalam mengelola pertumbuhan serta adaptasi teknologi.

“Kami memahami pertumbuhan berkelanjutan tak dibangun dengan mengejar angka penyaluran saja. Dibutuhkan disiplin dalam menentukan prioritas, efisiensi dalam mengelola sumber daya, inovasi dalam teknologi, dan konsistensi dalam menjaga kualitas. Bagi kami, efisiensi bukan berarti berhenti untuk tumbuh, tetapi memastikan setiap langkah pertumbuhan memiliki fundamental kuat,” jelasnya.

Secara industri, outstanding pembiayaan pindar tercatat menyentuh angka Rp105,14 triliun pada Juni 2026 atau tumbuh 25,88 persen secara tahunan, dengan tingkat risiko kredit macet TWP90 berada di posisi 4,26 persen.

Sepanjang tahun 2026, KrediOne turut memperkuat keterlibatan dengan regulator serta asosiasi industri melalui agenda bersama Otoritas Jasa Keuangan dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia.

Agenda kolaborasi tersebut mencakup aspek kepatuhan, tata kelola, praktik penagihan yang bertanggung jawab, hingga upaya perlindungan konsumen.

KrediOne juga memperluas komunikasi dengan media guna mendorong penyebaran informasi terkait industri pindar dan pemanfaatan layanan keuangan digital secara bijak.

Dari sisi literasi dan inklusi keuangan, KrediOne menggelar program edukasi di Bandung, Malang, Jambi, dan Bali yang melibatkan civitas akademika, generasi muda, komunitas, serta pelaku UMKM.

Di Bali, perusahaan memperkuat literasi keuangan bagi pelaku UMKM dan kelompok tani melalui rangkaian Fintech Lending Days 2026 yang dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan bersama Kelompok Tani Jambu Kristal Tabanan.

Kuseryansyah menegaskan bahwa perluasan akses pembiayaan harus terus berjalan berdampingan dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital.

“Kami melihat akses dan literasi sebagai dua sisi yang tidak dapat dipisahkan. Ketika akses pembiayaan semakin terbuka, masyarakat juga harus memiliki pemahaman yang memadai untuk menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab. Karena itu, pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan kontribusi terhadap literasi, inklusi, dan penguatan ekosistem,” kata Kuseryansyah.

Terkini