Hadapi Dampak Abu Krakatau, Kemenkes Resmi Aktifkan HEOC

Minggu, 06 September 2026 | 16:28:02 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil langkah cepat dengan mengaktifkan fasilitas Health Emergency Operating Center (HEOC) di berbagai wilayah yang mengalami dampak langsung akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

 Kebijakan tersebut diumumkan secara langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melalui forum konferensi pers daring terkait pemutakhiran situasi pascaerupsi Gunung Anak Krakatau bersama BNPB serta BMKG pada hari Minggu (6/9/2026).

“Kementerian Kesehatan sudah mulai mengaktifkan semua Health Emergency Operating Center di seluruh wilayah terdampak,” kata Budi.

Berdasarkan keterangannya, langkah taktis ini ditempuh guna mengakselerasi gerak tanggap darurat dalam menangani pelbagai persoalan kesehatan yang timbul di tengah masyarakat.

Sebaran material abu vulkanik tersebut diketahui turut memberikan pengaruh signifikan terhadap kelangsungan aktivitas warga, termasuk sektor layanan transportasi publik.

Di samping mengaktifkan posko pusat darurat, Budi mengungkapkan bahwa pihak Kemenkes bakal segera merilis surat edaran resmi yang berfungsi sebagai acuan panduan teknis bagi seluruh tenaga kesehatan di lapangan.

"Kami segera mengeluarkan surat edaran untuk memberikan guidance yang rinci terhadap para petugas tenaga kesehatan di seluruh kabupaten/kota yang terdampak," imbuhnya.

Lebih lanjut, Kemenkes juga mengintensifkan koordinasi melalui mekanisme pemantauan secara berkala lewat platform digital. Prosedur ini dijalankan agar sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah dapat berlangsung secara real-time.

Pada kesempatan yang sama, Budi turut melayangkan imbauan kepada segenap warga yang tinggal di kawasan terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau agar sedapat mungkin menghindari aktivitas di luar ruangan.

Seandainya warga berada dalam situasi mendesak yang mengharuskan keluar rumah, ia mengingatkan pentingnya membentengi diri dari potensi ancaman gangguan kesehatan pada organ pernapasan, mata, serta kulit akibat paparan partikel debu vulkanik yang bertekstur tajam.

“Sekali lagi jangan panik, stay at home, stay healthy,” pungkas Budi.

Terkini

Semester I/2026, Laba Bersih Bank INA Melonjak 163,18% YoY

Minggu, 06 September 2026 | 18:21:01 WIB

Sepanjang 2026, OJK Telah Mencabut Izin Usaha 13 Bank

Minggu, 06 September 2026 | 18:16:02 WIB

Semester I/2026, Laba BCA Digital (Blu) Tumbuh 53,13% YoY

Minggu, 06 September 2026 | 18:06:32 WIB