Ajak Generasi Muda BP Tapera Dorong Manfaatkan FLPP Perumahan

Senin, 07 September 2026 | 02:58:32 WIB
Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho.

JAKARTA - Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho mengimbau masyarakat yang belum mempunyai hunian, termasuk kalangan muda yang memenuhi kriteria, agar memaksimalkan pembiayaan rumah melalui Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan Program FLPP. Menariknya, berdasarkan realisasi sementara hingga 4 September 2026, penerima manfaat tertinggi justru berasal dari kelompok usia 19–25 tahun atau Generasi Z," ujar Heru dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Menurut penjelasannya, tren tersebut menandakan bahwa kalangan anak muda kini kian sadar dan berani dalam merencanakan kepemilikan rumah pribadi sejak usia dini.

"Jangan merasa harus menunggu sampai memiliki penghasilan besar untuk memiliki rumah pertama. Yang penting adalah memahami kemampuan, memenuhi persyaratan, dan berani mengambil langkah pertama,” katanya.

Heru menambahkan, rumah pertama bukan sebatas hunian fisik semata, melainkan fondasi krusial bagi perjalanan hidup masyarakat dalam merajut masa depan yang lebih baik bersama keluarga.

“Rumah pertama bukan tentang seberapa besar penghasilanmu. Tapi tentang keberanian mengambil langkah pertama untuk masa depan. Setiap orang memiliki perjalanan dan kemampuan yang berbeda, tetapi kesempatan untuk memiliki rumah dapat dimulai ketika kami berani mengambil langkah dan memanfaatkan kesempatan yang ada,” katanya.

Pada tahun 2026, Pemerintah mengalokasikan kuota hingga 350.000 unit rumah subsidi lewat skema FLPP. Hal ini menandakan peluang bagi masyarakat yang memenuhi standar kualifikasi untuk mendapatkan rumah pertama masih sangat terbuka lebar.

Sampai 4 September 2026, capaian sementara FLPP kurun waktu 1 Januari hingga 3 September 2026 sudah menembus 144.691 unit rumah, dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp17,99 triliun.

Pencapaian tersebut menjadi wujud komitmen berkelanjutan dari Pemerintah demi memperluas akses kepemilikan hunian terjangkau bagi masyarakat luas.

Berbekal sisa kuota yang ada, BP Tapera terus mendorong warga yang belum berumah untuk aktif menggali informasi, menghitung kesiapan finansial, serta mengambil peluang program FLPP.

Mulai dari pedagang sembako, pengemudi becak, ustaz, penjual cilok, petugas keamanan, asisten rumah tangga, sampai anak muda berumur 19–25 tahun, seluruh penerima manfaat bertolak dari latar belakang berbeda.

Meski begitu, mereka membuktikan bahwa impian punya rumah dapat diwujudkan tatkala ada ikhtiar dan keberanian memanfaatkan peluang. Sebab rumah pertama bukan perkara besarnya pendapatan, melainkan tekad mengambil langkah awal demi masa depan.

Terkini