OJK Catat Aset Perasuransian Tumbuh 1,52 Persen Capai Rp1.187 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 04:16:02 WIB
Ilustrasi Aset Asuransi.

JAKARTA — Industri perasuransian Indonesia membukukan kenaikan aset yang relatif terbatas pada periode Juli 2026. Total aset dari program perasuransian berhasil menyentuh angka Rp1.187,44 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 1,52% secara tahunan (year on year/YoY).

Berdasarkan data OJK, peningkatan aset perasuransian tersebut utamanya didorong oleh sektor asuransi komersial. Di sisi lain, aset untuk kategori asuransi nonkomersial justru tercatat mengalami penurunan atau kontraksi.

"Aset asuransi nonkomersil terkontraksi 2,44%," kata Ogi Prastomiyono.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Agustus 2026, Senin (7/9/2026).

Pada Juli 2026, perolehan aset asuransi komersial berhasil menyentuh Rp971,61 triliun. Angka tersebut mengalami kenaikan 2,45% jika dibandingkan dengan capaian periode Juli 2025 yang senilai Rp948,4 triliun.

Sementara itu, untuk aset asuransi nonkomersial berada di angka Rp215,83 triliun per Juli 2026. Pada kurun waktu yang sama di tahun sebelumnya, pencapaian aset pada kelompok ini berada pada posisi Rp221,24 triliun.

Ditinjau dari sisi penerimaan premi, sektor asuransi komersial berhasil menghimpun perolehan premi hingga Rp199,8 triliun pada Juli 2026. Hasil ini tercatat tumbuh 2,71% apabila dibandingkan dengan perolehan Juli 2025 yang mencapai Rp193,06 triliun.

Laju pertumbuhan premi komersial tersebut terutama ditopang oleh kinerja lini asuransi jiwa. Capaian premi asuransi jiwa menyentuh Rp111,44 triliun, atau mengalami kenaikan 7,76% YoY dibandingkan posisi Rp103,42 triliun pada Juli 2025.

Berbanding terbalik, perolehan premi dari kelompok asuransi umum serta reasuransi masih menunjukkan penurunan. Nilai premi pada kategori ini tercatat sebesar Rp88,36 triliun per Juli 2026, atau merosot 3,04% YoY dari sebelumnya Rp91,13 triliun.

Di tengah tren kenaikan perolehan premi, angka klaim pada asuransi komersial juga terpantau meningkat. Total klaim per Juli 2026 mencapai Rp132,51 triliun, naik 7,52% bila dibandingkan dengan posisi Juli 2025 yang berada di angka Rp123,25 triliun.

Tingkat kenaikan klaim tersebut tercatat lebih tinggi jika disandingkan dengan pertumbuhan premi komersial yang berada di level 2,71%. Kendati demikian, tingkat kesehatan keuangan perusahaan asuransi komersial masih berada aman di atas batas minimum.

Indikator rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) untuk asuransi jiwa tercatat kokoh di angka 455,23% pada Juli 2026. Di saat bersamaan, tingkat RBC bagi asuransi umum dan reasuransi berada pada level 322,01%.

Pada kategori asuransi nonkomersial, perolehan nilai premi berhasil mencapai Rp118,11 triliun pada Juli 2026, atau naik 6,82% secara tahunan. Sementara itu, total nilai klaim menyentuh Rp122,8 triliun, meningkat 8,16% dari posisi Rp113,53 triliun pada Juli 2025.

Secara akumulatif, keseluruhan aset program perasuransian hingga Juli 2026 mencapai Rp1.187,44 triliun, naik dibandingkan Juli 2025 sebesar Rp1.169,64 triliun. Meski begitu, pencapaian ini masih lebih rendah jika dibandingkan dengan raihan posisi Desember 2025 yang sempat berada di level Rp1.201,33 triliun.

Terkini