Program Tiga Juta Rumah dan GSW Jadi Penggerak Industri Semen SIG

Selasa, 08 September 2026 | 22:50:32 WIB
Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk Indrieffouny Indra [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG menegaskan deretan program strategis bentukan pemerintah seperti Sekolah Rakyat sampai proyek pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall (GSW) bakal menjadi pendorong utama permintaan semen nasional.

"Kami optimistis bahwa industri semen akan memiliki prospek yang positif. Ini karena didukung oleh program-program pemerintah yang menjadi penggerak untuk permintaan semen," ujar Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra dalam konferensi pers Public Expose Live 2026 di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Arif, sapaan akrabnya, memaparkan bahwa saat ini program pemerintah yang sudah berjalan adalah program tiga juta rumah, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, serta Sekolah Rakyat.

Di samping itu, tutur dia, proyek pembangunan Giant Sea Wall juga dijadwalkan akan mulai bergulir pada tahun ini.

"Kemudian, didukung juga oleh investasi industri dan hilirisasi, serta pembangunan oleh sektor swasta yang meliputi area residensial, komersial area, dan data center," kata Arif.

Rangkaian proyek pembangunan tersebut diyakini oleh Arif bakal memacu laju pertumbuhan industri semen di tanah air.

Arif turut mengutarakan bahwa operasional Semen Indonesia disokong pula oleh jangkauan jaringan distribusi yang tersebar luas di seluruh penjuru Indonesia hingga menyentuh kawasan terpelosok.

Sepanjang semester I 2026, SIG berhasil mencatatkan capaian volume penjualan mencapai 18,28 juta ton lewat raihan pendapatan senilai Rp17,65 triliun. Angka volume penjualan ini terangkat 5,6 persen jika dibandingkan capaian periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni 17,31 juta ton.

Pencatatan data internal perusahaan memperlihatkan bahwa angka penjualan pasar domestik pada kurun waktu tersebut menguat 9,7 persen secara tahunan, terutama disokong oleh lini segmen semen kantong yang melesat 11,2 persen.

SIG sebelumnya telah merampungkan pelunasan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2022 Seri A pada bulan November 2025 disusul Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2019 Seri B pada bulan Mei 2026.

SIG juga mencatat kewajiban keuangan perseroan berkurang sebesar Rp2,3 triliun selama Januari hingga Juli 2026. Pihak manajemen perusahaan mengonfirmasi kondisi ini ikut memangkas porsi liabilitas berbunga serta beban biaya keuangan.

Terkini

Cara Membuat Soto Betawi Kuah Santan yang Lezat dan Gurih

Selasa, 08 September 2026 | 00:40:02 WIB

Cara Membuat Tempe Bacem Rumahan yang Praktis dan Lezat

Selasa, 08 September 2026 | 00:33:32 WIB

Perkuat Integrasi, Gojek dan KAI Tata Area Stasiun Bogor

Selasa, 08 September 2026 | 00:23:31 WIB

Tur Arirang di LA Cetak Rekor, BTS Sedot 1,92 Juta Penonton

Selasa, 08 September 2026 | 00:17:02 WIB

Manfaatkan Spektrum Baru, TOWR Bidik Pertumbuhan Pendapatan

Selasa, 08 September 2026 | 23:37:32 WIB