Dapat Restu RUPSLB, NexAI Mantap Garap Bisnis AI Data Center

Selasa, 08 September 2026 | 23:21:32 WIB
Ilustrasi kecerdasan buatan [FOTO: NET].

JAKARTA — PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk. (MGLV), yang sebelumnya mengusung nama PT Panca Anugrah Wisesa Tbk., secara resmi merambah sektor bisnis infrastruktur digital dengan memfokuskan pada layanan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI).

Langkah transformasi bisnis tersebut mengantongi persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) serta Rapat Umum Pemegang Saham Independen MGLV yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Presiden Direktur NexAI Digital Infrastruktur Ahmad Zulfikar mengungkapkan bahwa pada forum rapat itu, pemegang saham menyetujui sejumlah agenda strategis, mulai dari pergeseran kegiatan usaha, penataan ulang portofolio bisnis, hingga penguatan struktur permodalan lewat skema Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Melalui aksi rights issue tersebut, perseroan merencanakan penerbitan sebanyak-banyaknya 285.732.512 saham biasa baru. Perolehan dana nantinya akan dialokasikan untuk menopang pengembangan arah bisnis baru perseroan pada sektor infrastruktur digital serta AI data center.

"Persetujuan ini menjadi landasan bagi kami untuk mengakselerasi penetrasi ke sektor infrastruktur digital, sekaligus membangun fondasi pertumbuhan yang solid di industri AI data center yang berkembang sangat cepat,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Selasa (8/9/2026).

Seiring penyesuaian fokus bisnis, MGLV turut akan menjalankan penataan ulang portofolio dengan melepas porsi kepemilikan pada sejumlah entitas anak usaha yang berkaitan dengan lini bisnis terdahulu kepada pihak ketiga.

Langkah transaksi itu melingkupi pula pengalihan aset serta kewajiban liabilitas yang terhubung dengan anak usaha tersebut. Tindakan ini dieksekusi guna menyelaraskan struktur bisnis perseroan dengan fokus anyar di ranah infrastruktur digital.

Di sisi lain, melalui RUPS Independen, para pemegang saham independen memberi lampu hijau atas rencana perseroan dalam mengambil alih saham PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC). Transaksi akuisisi tersebut mencakup pula pengalihan piutang terkait dari PT Nextier Datamate Center (NDC), yang berstatus sebagai salah satu pemegang saham perseroan.

Berdasarkan penuturan Zulfikar, pelepasan anak usaha lama serta akuisisi NAC dan NGC menjadi elemen krusial dalam rantai strategi transformasi MGLV.

“Divestasi sejumlah anak usaha dan akuisisi NAC dan NGC merupakan langkah konkret menata kembali portofolio perseroan sesuai fokus usaha yang baru. Kedua perusahaan ini akan memperkuat pondasi operasional dan strategi pengembangan bisnis AI data center kami,” ujarnya.

Langkah transformasi MGLV menuju bisnis AI data center bergulir di saat kebutuhan atas fasilitas komputasi serta penyimpanan data di Indonesia terus merangkak naik sejalan dengan akselerasi kecerdasan buatan.

Laporan riset CGS International Sekuritas Indonesia menyebutkan Indonesia berpotensi menjadi salah satu pusat pertumbuhan infrastruktur AI di wilayah Asia Tenggara. Laju pertumbuhan tersebut terdorong oleh melonjaknya permintaan atas kapasitas data center.

Mengutip keterbukaan informasi perseroan, World Bank turut memproyeksikan kebutuhan data center di Indonesia bakal melonjak signifikan hingga menyentuh angka 3,06 gigawatt (GW) pada 2034.

Terkini

Tips Orang Tua Jaga Hubungan Erat saat Anak Mulai Merantau

Selasa, 08 September 2026 | 00:51:31 WIB

Cara Membuat Sambal Goreng Krecek Petai yang Gurih Pedas

Selasa, 08 September 2026 | 00:45:01 WIB

Cara Membuat Soto Betawi Kuah Santan yang Lezat dan Gurih

Selasa, 08 September 2026 | 00:40:02 WIB

Cara Membuat Tempe Bacem Rumahan yang Praktis dan Lezat

Selasa, 08 September 2026 | 00:33:32 WIB

Perkuat Integrasi, Gojek dan KAI Tata Area Stasiun Bogor

Selasa, 08 September 2026 | 00:23:31 WIB