JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) atau SIG memberikan sinyal positif terkait dengan prospek pembagian dividen untuk tahun buku 2026, menyusul lonjakan laba bersih yang berhasil diraih perseroan pada semester I/2026.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SIG Sigit Prastowo menegaskan bahwa perseroan terus berkomitmen untuk memberikan imbal hasil yang maksimal bagi para pemegang saham seiring perbaikan kinerja keuangan.
“Di 2026 tentu kami ingin melanjutkan bagaimana memberikan satu imbal hasil yang optimal, bukan hanya dari sisi persentase tetapi juga dari sisi nominal. Oleh karenanya, kami terus mendorong kinerja yang baik,” ujar Sigit dalam Public Expose Live 2026 secara daring, Selasa (8/9/2026).
Mengenai rasio pembagian dividen (dividend payout ratio/DPR), Sigit mengungkapkan bahwa pada keputusan RUPST sebelumnya, SMGR menyepakati alokasi dividen sebesar 100 persen dari total laba bersih.
Untuk tahun 2026, perseroan berharap capaian positif pada paruh pertama dapat menjadi pijakan laba yang kokoh demi mendukung pembagian imbal hasil dengan tetap memperhatikan kebutuhan investasi internal.
Sinyal pembagian dividen ini didorong oleh kinerja operasional yang melesat. SMGR sukses mencatatkan lonjakan laba bersih mencapai 445,9 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp207 miliar pada semester I/2026.
Di samping itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meroket 471 persen YoY hingga menyentuh angka Rp228 miliar, seiring pertumbuhan pendapatan sebesar 13,1 persen YoY menjadi Rp17,65 triliun.
Struktur permodalan dan posisi keuangan perseroan juga kian sehat. Arus kas operasional SIG tumbuh 32,5 persen YoY menjadi Rp2,53 triliun yang dialokasikan untuk pemangkasan utang berbunga.
Langkah pengurangan utang berbunga dari Rp11,4 triliun menjadi Rp8,06 triliun per Juni 2026 sukses menekan rasio debt to equity ratio (DER) ke level 0,18 kali serta menaikkan EBITDA coverage menjadi 6,7 kali.