JAKARTA - Manchester United sempat mengantongi peluang untuk merekrut Kylian Mbappe ketika sang penyerang masih berstatus sebagai pemain muda AS Monaco. Akan tetapi, jalan tersebut terhenti setelah departemen pemantau bakat Man United urung merekomendasikan perekrutan Mbappe.
Kisah itu dibeberkan oleh legenda hidup Man United, Ryan Giggs, yang dahulu mengemban peran dalam jajaran staf kepelatihan klub pada tahun 2015.
Giggs mulanya mengetahui keberadaan nama Mbappe tanpa sengaja tatkala berada di kawasan selatan Perancis. Seorang lelaki bernama Lionel menghampirinya seraya menyarankan nama pemain muda Monaco tersebut.
"Jadi, saya berada di selatan Perancis. Saya berjalan-jalan di desa setempat dan berjalan kembali ke hotel," kata Giggs dalam podcast "Rio Ferdinand Presents: The Debrief".
"Saya bisa merasakan seseorang mengikuti. Saya sampai di hotel dan tiba-tiba seseorang mendekati saya."
Lionel memperkenalkan diri sebagai pendukung setia Man United kepada Giggs serta mengklaim dirinya sering memantau kompetisi sepak bola usia dini di Perancis.
"Dia berkata, 'Hai, saya Lionel. Saya hanya ingin menyapa. Saya fans berat United dan juga penggemar berat Anda. Namun, saya banyak menonton sepak bola usia muda di Perancis dan Anda harus melihat pemain ini," ujar Giggs.
"Namanya Kylian Mbappe. Dia di Monaco dan saya pikir dirinya pemain tepat untuk Manchester United."
Ryan Giggs Datangi Pertandingan Mbappe
Beberapa pekan berselang usai perjumpaan itu, Lionel mengirimkan data detail ihwal Mbappe kepada Giggs via surel. Giggs lantas meneruskan informasi tersebut kepada Albert, salah satu staf asistennya di Man United kala itu.
Pasangan pelatih ini kemudian menyambangi sejumlah laga tim junior Monaco guna memantau aksi Mbappe secara langsung.
"Kami pergi ke beberapa pertandingan usia muda Monaco dan melihatnya (Mbappe). Kami hanya seperti, 'Wow, apa ini?'," kata Giggs.
"Kamu bisa melihat pemain dan mereka bisa menjadi spesial, tetapi dia memang terlihat luar biasa, tentunya."
Giggs selanjutnya menyampaikan hasil rekomendasi tersebut kepada pihak pemandu bakat Man United. Klub lantas menerjunkan seorang pencari bakat asal Perancis guna mengamati Mbappe secara langsung di lapangan.
Pemandu bakat itu memantau jalannya duel tatkala Monaco bersua Paris Saint-Germain.
Eks penggawa tim nasional Wales tersebut kemudian menanyakan hasil pemantauan tersebut berselang beberapa pekan kemudian.
Man United Dinilai Tak Yakin dengan Mbappe
Menurut pengakuan Giggs, laporan dari tim pencari bakat Man United nyatanya tidak memperlihatkan keyakinan penuh terhadap potensi Mbappe.
"Saya berkata kepada orang ini, 'bagaimana hasilnya?'," ujar Giggs.
"Dia menjawab, 'ya, mereka tidak terlalu yakin dengannya, jadi kami membiarkannya.' Dan itu saja."
Mbappe kemudian menjelma sebagai talenta yang melesat pesat bersama Monaco serta sukses mencuri panggung di tingkat senior.
Ia berikutnya menyeberang ke Paris Saint-Germain pada 2018 dengan mahar transfer mencapai 162 juta pound, menjadikannya rekor transfer termahal kedua dalam kancah sepak bola pada masa itu.
Mbappe selanjutnya bertransformasi sebagai figur megabintang utama bagi tim nasional Perancis serta Real Madrid.
Mbappe merengkuh Sepatu Emas Piala Dunia edisi 2022 serta 2026 dan didapuk sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen akbar tersebut.