Wamenko Pangan Sarankan Daerah Lain Tiru Pengelolaan Sampah Denpasar

Kamis, 10 September 2026 | 17:45:01 WIB
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) Hanif Faisol Nurofiq [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) Hanif Faisol Nurofiq menyerukan kepada jajaran pemerintah daerah (pemda) lain di penjuru Nusantara agar menimba ilmu dari Kota Denpasar beserta Kabupaten Badung, Bali, ihwal praktik pengelolaan sampah.

Hanif mengutarakan hal tersebut tatkala berada di Denpasar, hari Kamis, usai melakukan peninjauan langsung terhadap penerapan pemilahan sampah di SDN 5 Pedungan.

“Ya, kami sudah menyampaikan ke banyak kabupaten/kota untuk belajar di Denpasar juga Badung dengan kompleksitas yang cukup tinggi, dengan kehadiran turis yang cukup banyak dari jumlah penduduknya, di sela-sela hiruk-pikuk pelayanan wisata, ini komitmen terhadap sampah tidak berkurang," kata dia.

Wamenko Pangan memberikan apresiasi tinggi atas keseriusan Pemerintah Kota Denpasar yang dipandang tetap konsisten merawat kebersihan lingkungan di tengah masifnya geliat sektor pariwisata.

Berdasarkan pandangannya, langkah taktis yang digagas oleh pemda dalam memotivasi pemilahan sampah tepat dari hulu utamanya skala rumah tangga, hotel, hingga institusi pendidikan, menjadi teladan konkret yang layak direplikasi wilayah lain.

Hanif memaparkan, dari hasil dialog acak bersama para murid di SDN 5 Pedungan, sebagian besar anak-anak mengaku telah membiasakan diri mengelola sampah organik, seperti memanfaatkan teba modern ataupun bag composter di kediaman masing-masing.

"Mungkin di zaman-zaman kami sudah agak susah melakukan perubahan perilaku, tapi adik-adik ini dapat kami harapkan menjadi langkah besar kami untuk membangun Bali yang benar-benar berkualitas dunia dalam penanganan sampahnya, saya rasa itu yang sangat penting mengambil contoh dari implementasi penanganan sampah di sumber," ujarnya.

Berkat fokus pengelolaan sampah berbasis sumber ini, Wamenko Pangan menerima laporan bahwa Pemkot Denpasar sukses memangkas volume pembuangan sampah ke TPA Suwung secara drastis hingga menyentuh kisaran angka 70 persen.

Pemkot Denpasar mematok target perampungan masterplan strategis penanganan sampah ini rampung pada pengujung Desember mendatang, sehingga area TPA Suwung kelak hanya menampung material sisa residu.

"Sehingga tidak ada lagi sampah-sampah segar masuk di Suwung, jadi hanya residu nanti yang akan di Suwung, untuk sampah organik sudah diselesaikan di sumber dan anorganik telah direduksi melalui berbagai macam upaya ini, sisanya di Suwung," tutur Wamenko Hanif.

Disamping penanganan dari sumber hulu, saat ini pihak pemerintah pusat yang bersinergi dengan pemda turut merintis pembangunan infrastruktur pengolahan sampah berbasis konversi energi listrik (PSEL) yang dijadwalkan mulai aktif beroperasi pada akhir 2027.

Hanif menambahkan, lewat koordinasi bersama jajaran Kementerian Lingkungan Hidup, pihaknya bakal terus menggulirkan dukungan berupa skema insentif maupun disinsentif reputasi seperti penganugerahan Adipura, demi menjamin konsistensi pemda dalam merapikan fondasi tata kelola sampah.

Dengan menjadikan Denpasar sebagai kiblat percontohan, ia memproyeksikan penghargaan Adipura bisa diraih pada tahun 2027 menyusul gelombang reformasi tata kelola sampah secara masif yang melanda Bali sejak 2025 silam.

“Kemarin masih ketinggalan karena reformasi total sampah yang dulu-dulu yang tidak pernah ditangani tapi hari ini dituntaskan, tentu banyak singgungan, banyak demo, pengertian negatif, tetapi akhirnya bisa lihat sendiri, memang kami harus mengubah perilaku kami sendiri,” tutur Hanif.

Terkini