Singkirkan Coco Gauff, Elena Rybakina Tembus Final US Open 2026

Jumat, 11 September 2026 | 03:41:31 WIB
Petenis putri Kazakhstan Elena Rybakina [FOTO: NET].

JAKARTA - Petenis andalan Elena Rybakina sukses mengamankan tiket menuju babak puncak US Open untuk kali pertama sepanjang sejarah kariernya, usai bangkit dari ketertinggalan satu set untuk menaklukkan wakil tuan rumah Coco Gauff lewat pertarungan ketat 3-6, 6-4, 6-4 pada laga semifinal, Jumat waktu Indonesia bagian barat.

Kemenangan gemilang tersebut berhasil direbut oleh atlet berkebangsaan Kazakhstan itu tepat sehari berselang setelah dirinya secara resmi mengukuhkan diri sebagai petenis ranking nomor satu dunia untuk perdana kalinya dalam peta perjalanan profesionalnya, serta dijadwalkan bakal menantang sang juara bertahan Aryna Sabalenka pada hari Sabtu (12/9).

"Pertandingan yang sangat ketat. Kami sangat bahagia dan bangga. Kami tidak tahu, kami tidak bisa menemukan kata-kata lain, tetapi kami benar-benar sangat bahagia dan bangga," kata Rybakina seusai pertandingan, dikutip dari WTA.

Tampil di hadapan pendukung tuan rumah yang memenuhi tribun Stadion Arthur Ashe, Gauff langsung mendominasi jalannya set pembuka dengan merebut kemenangan 6-3, usai memanfaatkan satu kali momentum break disertai koleksi 18 kali unforced error yang dilakukan oleh Rybakina.

Memasuki set kedua, Rybakina lekas melakukan evaluasi dengan meredam tingkat kesalahan sendiri. Ia sukses mematahkan servis lawan terlebih dahulu guna memimpin jarak angka 4-1, kendati Gauff secara spartan mampu mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 4-4.

Rybakina lantas kembali mendikte permainan dan merebut gim kesepuluh demi mengunci kemenangan set kedua dengan skor tipis 6-4, sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.

Pada set ketiga, Rybakina sempat membuang peluang emas manakala gagal memaksimalkan dua kesempatan break point pada gim keenam. Kendati demikian, ia akhirnya berhasil mendulang break krusial pada gim kedelapan untuk melepaskan diri dan memimpin 5-3.

Gauff sekali lagi memperlihatkan daya juang tinggi dengan merebut break point pertamanya lewat sambaran backhand passing shot yang akurat, sekaligus menyamakan kedudukan ketat menjadi 5-4.

Namun, respons cepat ditunjukkan oleh Rybakina yang langsung membalas lewat break penutup guna memastikan kemenangan mutlak dalam durasi total dua jam delapan menit.

Hasil luar biasa tersebut menempatkan Rybakina ke dalam jajaran eksklusif sebagai petenis kelima dalam kurun waktu dua dasawarsa terakhir yang sukses menembus babak final ajang Australian Open dan US Open pada tahun kalender yang sama, menyusul jejak rekam Justine Henin pada 2006, Victoria Azarenka pada 2012-2013, Angelique Kerber pada 2016, serta Sabalenka pada periode 2023-2025.

Catatan positif ini turut memperbaiki rekor rekam pertemuan head-to-head Rybakina kontra Gauff menjadi 2-1. Terkhusus saat berhadapan dengan para petenis asal Amerika Serikat sepanjang musim kompetisi tahun ini, Rybakina membukukan rekor sempurna tanpa cacat dengan catatan 10 kemenangan tanpa pernah kalah (10-0).

Sementara itu, dalam partai semifinal jalur paruh undian lainnya, Sabalenka memastikan langkah ke partai puncak usai mendepak unggulan ketiga turnamen, Jessica Pegula, lewat dua set langsung 7-5, 6-2.

Tren positif tersebut sekaligus memperpanjang rekor kemenangan beruntun Sabalenka di panggung US Open menjadi 20 pertandingan tanpa terkalahkan, sekaligus membawanya menapakkan kaki di babak final New York untuk keempat kalinya secara berturut-turut.

Duel final antara Rybakina melawan Sabalenka ini bakal menjadi perjumpaan ke-18 bagi kedua petenis papan atas dunia tersebut. Sejauh ini, Sabalenka sedikit lebih unggul berkat catatan 10 kemenangan berbanding 7 milik Rybakina, termasuk kemenangan yang diraih Sabalenka atas lawannya itu pada babak semifinal Miami Open musim ini.

Pertandingan pemungkas nanti sekaligus menyajikan partai ulangan dari babak final Australian Open 2026. Tercatat sejak tahun 1988, momen di mana dua petenis yang sama saling berhadapan di partai final Australian Open dan US Open pada tahun yang sama ini baru terjadi untuk kedua kalinya, mengulangi sejarah serupa yang ditorehkan Steffi Graf kontra Arantxa Sanchez Vicario pada 1994 silam.

Menyongsong ujian berat menghadapi Sabalenka di final, Rybakina mengaku sangat mewaspadai ancaman besar yang siap menghadangnya.

"Dia pemain yang sangat agresif. Sulit bermain melawannya, baik secara mental maupun fisik, karena dia memiliki permainan dan servis yang besar," kata Rybakina.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kunci utama untuk meraih hasil terbaik adalah dengan tampil membawa energi maksimal, mengandalkan kualitas servis terbaik, serta ketepatan mengambil keputusan taktis di momen-momen krusial.

"Sebagian besar skornya sangat ketat. Di situlah keputusan bisa membuat perbedaan," ujar Rybakina.

Terkini