Pentingnya Cek Kondisi Tubuh Sebelum Mencoba Beragam Tren Olahraga Baru

Jumat, 11 September 2026 | 04:40:32 WIB
Ilustrasi Cedera Saat Olahraga.

JAKARTA - Tren olahraga terus bermunculan di media sosial dan memikat perhatian banyak orang, terutama kalangan anak muda. Konten-konten seputar aktivitas fisik tersebut acap kali memicu minat masyarakat untuk menjajal jenis latihan yang sama.

Padel, hyrox, hingga hot pilates menjadi deretan olahraga yang belakangan ini kerap wira-wiri di linimasa media sosial. Popularitas konten ini memudahkan publik mengenali sekaligus mencoba ragam olahraga baru.

Seseorang kerap langsung melakoni olahraga yang tengah populer usai menyaksikan konten di media sosial. Padahal, tiap-tiap jenis olahraga menyimpan pola gerakan serta tuntutan kondisi fisik yang berlainan.

Setiap orang punya tingkat kebugaran berbeda

Fitness Development Trainer dari Celebrity Fitness, Ahmad Dimyathi, menegaskan bahwa seseorang wajib mengenali kondisi fisiknya sebelum menentukan jenis aktivitas olahraga yang hendak dijalani.

“Yang paling sering dilakukan adalah melakukan aktivitas olahraga dengan mengikuti yang tren di sosial media. Padahal, olahraga itu tidak boleh sesembarangan. Jadi, pentingnya melakukan cek kesehatan, assessment untuk tahu sejauh mana fitness level-nya,” ujar Dimy saat Pembukaan Celebrity Fitness di Mall of Indonesia (MOI) Jakarta Utara, Kamis (10/9/2026).

Menurut penjelasannya, pemeriksaan awal tersebut berguna untuk mengukur kapasitas fisik seseorang sebelum memilih jenis latihan tertentu. Pasalnya, kemampuan tiap individu dalam berolahraga tidak bisa disamaratakan meski memiliki tampilan fisik yang tampak serupa.

“Karena setiap orang itu punya fitness level atau kondisi tubuh yang berbeda. Misalkan si A sama si B, walaupun dia kembar identik, mereka berdua pasti punya kondisi fisik yang berbeda,” terangnya.

Selain kondisi kesehatan secara umum, penguasaan atas teknik gerakan turut menjadi pertimbangan krusial. Hal ini penting lantaran suatu latihan membutuhkan kecakapan gerak khusus agar dapat dieksekusi secara aman.

“Nah, maka dari itu untuk menentukan olahraga apa sih yang sesuai, aktivitas apa yang sesuai, kami harus cek dulu fitness level-nya sendiri seperti apa. Dan apakah secara movement atau kualitas geraknya itu sudah sanggup atau sudah cocok untuk melakukan aktivitas atau pilihan olahraga itu,” ujar Dimy.

Memaksakan gerakan berisiko memicu cedera

Paparan tren olahraga di media sosial sering kali mendorong seseorang langsung mempraktikkan suatu latihan tanpa persiapan. Menurut Dimy, masalah utama muncul sewaktu aktivitas tersebut dipaksakan tanpa mengukur kemampuan gerak tubuh.

“Kadang orang saat melakukan aktivitas olahraga itu, ngelihat ada tren apa langsung ikut aja. Padahal secara movement-nya belum cocok untuk di tahap itu,” tuturnya.

Dengan kata lain, kesiapan mekanik gerak wajib menjadi pertimbangan utama sebelum mengekor latihan yang sedang populer. Fisik yang belum siap tidak seharusnya dipaksakan mengeksekusi gerakan dengan tingkat kesulitan tinggi.

“Yang sering terjadi karena dia memaksakan, risiko cederanya akan jauh lebih tinggi. Karena padahal belum prepare,” ungkap Dimy.

Ankle, hip, dan thoracic wajib mendapat perhatian

Dimy membeberkan bahwa terdapat tiga area tubuh dengan mobilitas multidimensional yang rawan terkena dampak saat berolahraga sehingga memerlukan perhatian ekstra.

“Yang sering terjadi, karena di tubuh manusia itu kami punya 3 bagian yang bisa multidimensional di tubuh. Itu juga yang sering berisiko cedera. Pertama itu ada ankle, kedua ada hip, ketiga ada thoracic atau bagian torso,” jelasnya.

Ketiga area sendi dan otot tersebut sanggup bergerak ke pelbagai arah. Oleh karena itu, kesiapan serta pemanasan pada bagian tersebut wajib diperhatikan sebelum memulai sesi latihan.

“Itu yang bisa bergerak ke mana aja. Tapi kalau misalkan itu tidak terlatih dengan baik, tidak termanasi dengan baik, risiko cederanya juga tinggi,” ujarnya.

Pemeriksaan kondisi fisik secara menyeluruh menjadi langkah krusial sebelum memutuskan jenis olahraga yang ingin ditekuni, terlebih saat hendak menjajal jenis latihan yang masih asing bagi tubuh.

“Ya, fitness assessment atau pengecekan kondisi tubuh itu penting banget,” pungkas Dimy.

Terkini