Tingkat Inklusi Keuangan 93 Persen OJK Dorong Literasi Masyarakat

Minggu, 13 September 2026 | 11:33:31 WIB
Ilustrasi Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan perhatian khusus terhadap masih tingginya jarak antara angka inklusi dan literasi keuangan di tanah air. Meskipun kemudahan masyarakat dalam mengakses produk finansial terus berkembang, tingkat pemahaman serta perilaku keuangan publik dinilai belum sejalan.

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK M. Ismail Riyadi membeberkan bahwa angka inklusi keuangan Indonesia saat ini sudah menyentuh 93 persen. Sayangnya, indeks literasi keuangan masyarakat baru tercatat sebesar 69,57 persen.

“Gap yang cukup lebar antara inklusi keuangan lebih 20% adalah tantangan. Artinya, literasi keuangan harus ditingkatkan, tidak hanya paham tetapi juga tahu, diikuti perubahan sikap dan perilaku,” ujarnya melalui keterangan resmi, Sabtu (12/9/2026).

Ismail menilai, tingginya angka inklusi menandakan makin luasnya jangkauan masyarakat terhadap berbagai layanan finansial. Kendati demikian, kondisi tersebut wajib diimbangi dengan kecakapan publik dalam mencermati risiko, memilih instrumen yang tepat, serta menentukan keputusan keuangan secara bijaksana.

Oleh karena itu, OJK mendorong penguatan program edukasi keuangan yang tak sekadar memfokuskan pada pemahaman wawasan, tetapi sanggup mengubah pola pikir dan tindakan masyarakat.

Peningkatan literasi ini menjadi prioritas mendesak di tengah gempuran maraknya ancaman kejahatan keuangan ilegal. Literasi dipandang sebagai perlindungan utama agar masyarakat mampu mengenali potensi risiko, paham konsekuensi penggunaan produk keuangan, dan terhindar dari jebakan aktivitas ilegal.

Sebagai langkah konkret, OJK telah menetapkan 1.000 peserta menjadi Duta OJK Peduli. Mereka diproyeksikan sebagai penggerak utama dalam menyebarkan edukasi keuangan di tengah lingkungan masyarakat serta komunitasnya.

OJK juga merajut kerja sama dengan grup Astra melalui Astra Financial guna memperluas jangkauan pemahaman keuangan lewat beragam pelatihan di berbagai daerah. Kolaborasi ini berpeluang diperluas ke berbagai kota dengan menggaet perusahaan jasa keuangan di bawah naungan Astra Financial serta kantor OJK daerah.

Presiden Direktur Konglomerasi Keuangan Astra Hugeng Gozali berharap kehadiran program OJK Peduli dapat membuat pemahaman finansial tidak cuma terpusat di perkotaan, melainkan menjangkau lapisan masyarakat bawah lewat para penggerak komunitas.

Astra Financial mencatat program pemahaman keuangan dan pendampingan UMKM sejak 2025 hingga pertengahan 2026 telah menjangkau sekitar 390 kabupaten/kota dengan penerima manfaat menembus 60.000 orang. Bahkan, program edukasi bagi siswa dan tenaga pengajar telah merambah ke seluruh 38 provinsi di Indonesia.

Inisiatif edukasi tersebut dijalankan melalui lini bisnis Astra Financial, seperti KLiK Astra Financial yang memfasilitasi guru dan siswa lewat Laboratorium Literasi Keuangan, serta LenterabAsuransi Astra yang membidik kelompok dengan pemahaman finansial terbatas, termasuk penyandang disabilitas, perempuan, petani, nelayan, hingga warga di kawasan 3T.

Di samping itu, ada pula program Menyala FIFGROUP bagi kalangan SMA/SMK, EDUCLASS ACC untuk mahasiswa dan pelaku UMKM, serta Solopreneur Academy Bank Saqu yang memberikan bimbingan pengelolaan keuangan bagi pebisnis mandiri. Astra Financial turut mengucurkan modal usaha dana bergulir kepada lebih dari 500 pelaku UMKM guna mendukung kemandirian ekonomi.

Terkini