JAKARTA - PT KAI Logistik, anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), tengah menyiapkan armada kereta api khusus untuk mendistribusikan ternak sapi serta pelbagai komoditas pertanian dari Banyuwangi, Jawa Timur, menuju Jakarta.
Layanan logistik tersebut ditargetkan mulai beroperasi penuh pada pengujung September 2026. Wilayah Banyuwangi dipilih menjadi lokasi utama lantaran menyimpan potensi besar di sektor pertanian maupun peternakan.
Pada skema operasional ini, KAI Logistik menetapkan dua stasiun sebagai titik pemuatan komoditas, yakni Stasiun Argopuro di Kecamatan Kalipuro dan Stasiun Kalisetail di Kecamatan Sempu. Seluruh pasokan sapi serta hasil tani selanjutnya dikirim ke Jakarta sebagai pusat distribusi nasional.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif hadirnya program tersebut. Menurutnya, pemanfaatan kereta api mampu memperluas jangkauan pasar bagi hasil bumi dan ternak warga Banyuwangi.
“PT KAI Logistik telah datang ke Banyuwangi untuk membahas layanan ini. Dengan layanan ini semakin membuka peluang komoditas pertanian dan peternakan Banyuwangi menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Ipuk, Minggu (13/9/2026).
Ipuk menilai penggunaan moda transportasi rel dapat memberikan jaminan kepastian waktu pengiriman sekaligus meringankan beban logistik para petani dan peternak lokal.
“Dengan kereta api, jarak tempuh akan lebih cepat dan tepat waktu. Tentu ini memudahkan para peternak dan petani di Banyuwangi untuk pengiriman ternak dan hasil pertanian mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Operasi KAI Logistik Broer Rizal menyampaikan bahwa pengiriman ternak dan hasil tani via jalur rel sebenarnya bukan hal baru. Layanan serupa sempat berjalan sejak era 1960-an hingga awal 2000-an sebelum akhirnya terhenti.
Kini, KAI Logistik berinisiatif menghidupkan kembali rute tersebut untuk memperlancar arus barang dari daerah penghasil menuju kawasan dengan tingkat permintaan tinggi.
“Kami rencanakan akhir September ini dimulai. Untuk angkutan perdana, kami akan melakukan perjalanan kereta apinya dari Banyuwangi sebagai titik awal pemuatan dan titik awal keberangkatan. Nanti tujuan akhirnya di Jakarta Gudang,” kata Broer.
Broer menjelaskan, keberagaman potensi komoditas serta populasi sapi yang melimpah di Banyuwangi menjadi alasan kuat di balik penunjukan wilayah tersebut sebagai titik awal keberangkatan.
Dari segi efisiensi, durasi perjalanan Banyuwangi menuju Jakarta ditargetkan memakan waktu maksimal 26 jam. Waktu tempuh ini dinilai jauh lebih terukur ketimbang angkutan darat biasa yang rentan terkendala kemacetan jalan raya.
“Dengan begitu jaminan ternak bisa sampai tepat waktu lebih tinggi. Sapi juga lebih minim stres karena tidak terlalu lama di kendaraan. Biayanya juga sangat kompetitif,” ujarnya.
Guna menampung volume dalam jumlah besar, KAI Logistik bakal mengerahkan gerbong khusus bermodal modifikasi kontainer yang dirancang aman untuk mengangkut sapi sekaligus produk pertanian.
“Kami rencanakan ada 20 gerbong sekali berangkat, yang semuanya berisikan sapi dan hasil pertanian. Seperti buah, sayur, cabai, dan sebagainya,” kata Broer.
Dalam menjalankan operasional di lapangan, KAI Logistik bermitra dengan PT Bogantara Indo Transport (Bogantara) yang bertugas menangani segala kebutuhan teknis pengiriman.