Ketahui Alasan Absennya Janice Tjen di Ajang Asian Games 2026 Ini

Senin, 14 September 2026 | 22:46:32 WIB
petenis putri Indonesia Janice Tjen.

JAKARTA — Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Andi Fajar mengungkapkan bahwa tidak hadirnya petenis putri Indonesia Janice Tjen pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 merupakan bagian dari kalkulasi strategi untuk merawat posisi peringkat dunia sekaligus mengamankan peluang tampil pada Australian Open 2027.

Andi menjelaskan bahwa Janice perlu mengamankan perolehan poin yang dipegangnya saat ini agar tetap berada di zona aman untuk masuk daftar kontestan utama turnamen Grand Slam di Australia tersebut.

"Ini bagian dari program supaya Janice itu tetap bisa masuk ke Melbourne Australian Open. Dia harus menjaga poinnya sekarang," kata Andi kepada ANTARA lewat sambungan telepon di Jakarta Senin.

Menurut penjelasannya, putusan tersebut telah melewati proses diskusi yang panjang antara Pelti, International Tennis Federation (ITF), dan Women's Tennis Association (WTA). Komunikasi tersebut telah dirintis sejak kurun waktu satu tahun silam dan dimatangkan kembali pada awal 2026.

Pelti, lanjut Andi, juga telah melayangkan persuratan resmi ke pihak WTA untuk memohon dispensasi khusus agar peringkat Janice tidak tergerus apabila memutuskan membela negara di Asian Games.

"Kami sudah mengirim resmi meminta, bisa tidak ada kebijakan dari WTA terkait zero point dalam tenis. Maksudnya kalau Janice ikut Asian Games, boleh tidak poinnya dia tidak turun," ujar Andi.

Akan tetapi, WTA tidak memfasilitasi pengecualian atas ketentuan tersebut. Keringanan yang dapat diberikan semata-mata sebatas pengurangan sanksi penalti atas ketidakhadiran atlet.

"Yang bisa diberikan itu hanya keringanan penalti. Jadi Janice harus mempertahankan poin dia sekarang," kata Andi.

Ia menegaskan bahwa pihak Pelti pada dasarnya siap menanggung denda penalti yang dijatuhkan kepada Janice maupun organisasi jika sang atlet absen pada kejuaraan WTA 1000 di Beijing.

"Kami juga mau bayar. Pelti siap bayar. Kami sudah sampaikan ke WTA, kami akan membayar denda. Tapi tidak ada hubungannya dengan zero point itu," kata Andi.

Ia menerangkan bahwa kendala utamanya bukan terletak pada urusan denda finansial, melainkan dampak erosi poin pada tangga peringkat Janice. Berdasarkan perhitungan internal Pelti, Janice mengantongi sekitar 405 poin yang wajib dipertahankan hingga Desember 2026.

Jika poin tersebut hangus, ranking Janice terancam melorot sehingga dapat mempersulit jalurnya untuk melangkah ke Australian Open.

"Yang menjadi persoalan kalau Janice absen di WTA 1000 Beijing itu akan ada potensi untuk tidak bisa masuk Melbourne Australian Open. Karena poinnya harus dipertahankan," ujar Andi.

Andi turut mengklarifikasi perbandingan kondisi Janice dengan petenis Filipina Alexandra Eala yang memilih tetap berlaga di Asian Games meski berisiko terkena denda.

Menurutnya, situasi Eala berbeda lantaran persebaran poin yang dikumpulkannya sepanjang musim membuat posisi sang petenis Filipina tergolong aman untuk mengamankan tiket Australian Open.

"Eala itu di awal tahun dia banyak poin sama pertengahan tahun. Jadi poinnya cukup untuk tampil di Australian Open. Jadi dia aman," kata Andi.

Ia mengimbuhkan bahwa Janice bukanlah satu-satunya atlet kelas dunia yang absen di Asian Games. Sejumlah petenis WTA jajaran atas lainnya juga mengambil langkah serupa akibat pertimbangan jadwal kompetisi dan posisi peringkat.

"Jadi ini bukan cuma Janice. Ada enam pemain top WTA dunia yang tidak bermain," ujar Andi, sembari menambahkan bahwa petenis Jepang Naomi Osaka serta petenis Kazakhstan juara US Open 2026 Elena Rybakina juga absen dari Asian Games edisi ini.

Pelti telah berkoordinasi secara intensif dengan Menteri Pemuda dan Olahraga perihal langkah tersebut. Federasi memilih untuk mengedepankan sasaran jangka panjang Janice, terkhusus asa untuk menembus ajang Olimpiade.

Ia menilai partisipasi di Australian Open menjadi pijakan penting guna memelihara peluang Janice menuju pencapaian puncak tersebut.

"Kami sudah koordinasi dengan Pak Menteri. Kami support bagaimana supaya yang paling penting adalah Olimpiade. Harapan kami Janice bisa masuk ke situ. Itu capaian kami tertinggi sebenarnya," ujar Andi.

Terkini