ESDM: Tak Ada Investasi PLTB Masuk RI dalam 4 Tahun Terakhir

Rabu, 16 September 2026 | 22:04:00 WIB

ENERGINEWS.IDKementerian ESDM menyatakan tidak ada satu pun investasi pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) yang masuk ke Indonesia selama empat tahun terakhir. Padahal, pemerintah sudah merencanakan pembangunan PLTB hingga 11 gigawatt (GW) dalam RUPTL 2025-2034. Ketiadaan investor ini menjadi ganjalan serius bagi target bauran energi terbarukan yang kini baru menyentuh 13%.

Eniya menyampaikan hal ini saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/9). Ia mengaku sempat mengecek langsung ke dua lokasi PLTB untuk mencari tahu penyebab minimnya minat investor.

Dua PLTB yang Sudah Beroperasi

Indonesia saat ini hanya memiliki dua PLTB yang beroperasi, keduanya di Sulawesi Selatan. PLTB Sidrap berkapasitas 75 megawatt (MW) dengan 30 turbin kincir raksasa, serta PLTB Tolo Jeneponto berkapasitas 72 MW dengan 20 turbin kincir angin besar.

Menurut Eniya, PLTB sebenarnya memiliki karakteristik yang sangat menguntungkan. Pada periode Juni hingga pertengahan Oktober, PLTB bisa beroperasi 24 jam penuh karena intensitas angin yang tinggi.

"Kemarin saya cek ke dua lokasi PLTB ingin tahu sebetulnya kenapa (tidak ada investasi masuk). padahal sangat bagus sekali (PLTB) karena kita bisa panen angin saat kemarau dan kondisi air surut," kata Eniya.

Keunggulan lain, PLTB dapat menjadi kombinasi yang baik saat debit air untuk PLTA surut. Kondisi panas berkepanjangan yang membuat air menyusut justru meningkatkan kecepatan angin.

"Apalagi dipicu kondisi panas yang berkepanjangan, justru membuat angin semakin tinggi," ujarnya.

Lokasi yang Dibidikan Pemerintah

Pemerintah telah membidik sejumlah wilayah untuk pembangunan PLTB. Mulai dari Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, sebagian besar wilayah Indonesia Timur seperti Maluku, hingga Nusa Tenggara Timur.

Potensi angin juga ditemukan di wilayah utara Pulau Jawa. Pada 2024, Kementerian ESDM menghitung potensi listrik dari PLTB di kawasan tersebut mencapai sekitar 2 GW pada ketinggian 140 meter.

"Ada penemuan di sebelah utara (Pulau Jawa) dengan ketinggian 140 meter, bahwa potensi angin di Pulau Jawa itu sangat besar," kata Plt Dirjen EBTKE saat itu, Jisman P Hutajulu, Selasa (5/3/24).

Selain Jawa, potensi angin juga terdeteksi di wilayah selatan Pulau Sulawesi.

Terkini