JAKARTA - Bagi orang yang rutin berolahraga, waktu mengonsumsi makanan atau minuman tertentu kerap menjadi perhatian. Kondisi ini juga berlaku ketika kolagen mulai dikaitkan dengan aktivitas fisik.
Kolagen selama ini lebih sering dikenal dalam pembahasan perawatan kulit. Padahal, kolagen juga disebut berkaitan dengan bagian tubuh lain, seperti otot, tulang, dan jaringan sendi.
Hal tersebut turut menjadi pembahasan dalam acara peluncuran menu Smoothies kolaborasi Collagena dan Cinépolis di Jakarta, Rabu (16/9). Instruktur Pilates Internasional dari Korea Selatan, Daniel Choi menjelaskan kaitan konsumsi kolagen dengan aktivitas olahraga.
Daniel memaparkan bahwa kolagen dapat dikonsumsi sebelum maupun sesudah berolahraga. Pilihan waktu minum tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan fisik masing-masing orang.
“Kolagen baik dikonsumsi sebelum dan sesudah olahraga karena membantu proses pembentukan otot,” ujar Daniel.
Ia menambahkan bahwa konsumsi kolagen dapat diselaraskan dengan rutinitas harian. “Jika memiliki aktivitas atau berolahraga, kolagen bisa dikonsumsi. Bisa juga mengonsumsi protein kolagen, baik sebelum maupun sesudah olahraga,” kata Daniel.
Berdasarkan penjelasan tersebut, asupan kolagen tidak diwajibkan pada satu waktu kaku tertentu saja. Baik diminum sebelum atau sesudah berolahraga, keduanya sama-sama dapat menjadi pilihan yang fleksibel.
Daniel juga menyoroti bahwa manfaat kolagen tidak melulu soal kecantikan kulit. Ia menyebutkan beberapa area tubuh lain yang turut merasakan dampaknya.
“Bukan hanya untuk kulit, tetapi juga untuk tulang, otot, dan sendi,” terang Daniel.
Hal senada diutarakan oleh RTD Milk & Coffee Marketing Manager PT Tirta Fresindo Jaya (Mayora Group), Gedfanus Pikko Wijaya pada kesempatan yang sama. Pikko menyebutkan bahwa Collagena yang memiliki kandungan 1.000 miligram kolagen disiapkan tidak hanya demi kesehatan kulit semata.
“Kami percaya bahwa itu baik tidak hanya untuk kulit, tetapi juga untuk tulang dan sendi,” kata Pikko.
Di luar isu suplemen kolagen, Daniel mengingatkan bahwa latihan fisik tetap wajib ditopang oleh kebiasaan hidup sehat secara menyeluruh. Ia memaparkan keunggulan Pilates dalam melatih aspek kebugaran tubuh.
“Pilates membantu melatih kekuatan otot inti, fleksibilitas, keseimbangan, dan kesadaran terhadap postur tubuh. Aktivitas fisik tersebut perlu diimbangi dengan pola makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, serta kebiasaan hidup sehat,” ungkap Daniel.
Sebab itu, asupan kolagen bukan satu-satunya faktor utama penunjang olahraga. Daniel menyimpulkan bahwa kombinasi makanan bergizi, waktu istirahat yang cukup, dan pola hidup sehat merupakan kunci penting dalam mendukung aktivitas fisik.