KA BIAS

KA BIAS Madiun-Adi Soemarmo Transportasi Andalan Publik di Kawasan Madiun

KA BIAS Madiun-Adi Soemarmo Transportasi Andalan Publik di Kawasan Madiun
KA BIAS Madiun-Adi Soemarmo Transportasi Andalan Publik di Kawasan Madiun

JAKARTA - Layanan Kereta Api (KA) lokal Madiun-Bandara Adi Soemarmo (BIAS) menunjukkan peningkatan signifikan selama periode libur panjang. 

Sepanjang 18 Desember hingga 4 Januari, tercatat 56.735 pelanggan menggunakan layanan ini. Angka tersebut mencerminkan 29.173 penumpang naik dan 27.562 penumpang turun, menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap KA lokal BIAS.

Tingginya volume penumpang menegaskan bahwa KA BIAS menjadi pilihan transportasi publik yang andal. Moda ini diminati karena perjalanan aman, nyaman, tepat waktu, dan tarif yang terjangkau. Bahkan selama masa libur panjang, okupansi KA BIAS melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia.

Peningkatan minat ini juga menjadi indikator keberhasilan integrasi transportasi antarmoda. KA lokal BIAS menjadi penghubung strategis antara Madiun Raya dan Bandara Adi Soemarmo. Hal ini memberikan alternatif mobilitas bagi masyarakat tanpa harus bergantung kendaraan pribadi.

Integrasi Kereta-Bandara Mendukung Mobilitas Efisien

KA lokal BIAS bukan sekadar layanan transportasi, tetapi bagian dari upaya integrasi kereta api–bandara. Integrasi ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk mendorong transportasi publik berkelanjutan. Peralihan masyarakat ke moda massal berbasis rel membantu mengurangi kepadatan jalan raya dan mendukung efisiensi mobilitas antar wilayah.

Layanan ini memungkinkan penumpang melanjutkan perjalanan udara dengan lebih mudah. Kemudahan akses ini menjadi nilai tambah bagi masyarakat yang ingin bepergian tanpa hambatan. Dengan konektivitas antarmoda, perjalanan jarak menengah dapat dilakukan dengan lebih cepat dan nyaman.

Selain itu, integrasi kereta-bandaranya juga mendukung pengembangan transportasi publik di Jawa Timur. KA BIAS menjadi contoh penerapan sistem transportasi yang terkoordinasi. Hal ini sekaligus mempromosikan kebiasaan masyarakat menggunakan angkutan umum yang aman dan modern.

Kemudahan Pemesanan dan Perencanaan Perjalanan

Pemesanan tempat duduk KA lokal BIAS dapat dilakukan mulai H-7 sebelum keberangkatan. Penumpang bisa memesan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi penjualan tiket lainnya. Langkah ini membantu masyarakat memastikan ketersediaan kursi, terutama saat periode permintaan tinggi.

KAI Daop 7 Madiun mengimbau masyarakat untuk melakukan pemesanan lebih awal. Langkah ini penting agar perjalanan tetap nyaman dan tidak terhambat keterbatasan kapasitas. Sistem pemesanan online juga meningkatkan efisiensi proses administrasi bagi calon penumpang.

Kemudahan perencanaan perjalanan memungkinkan masyarakat mengatur jadwal dengan lebih baik. Penumpang dapat menyesuaikan keberangkatan dengan waktu penerbangan atau kegiatan lain. Hal ini sekaligus mengurangi risiko ketidaksesuaian jadwal dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Pelayanan Optimal Selama Masa Libur Panjang

Selama masa libur panjang, terdapat lima stasiun utama yang melayani naik-turun penumpang KA BIAS. Stasiun tersebut meliputi Madiun, Ngawi, Magetan, Walikukun, dan Caruban. Dengan lima stasiun ini, distribusi penumpang dapat diatur secara efisien dan merata.

KAI Daop 7 Madiun mengoperasikan 90 perjalanan KA BIAS selama periode libur, atau rata-rata lima perjalanan per hari. Total kapasitas yang tersedia mencapai 17.100 tempat duduk, setara dengan 3.420 tempat duduk per hari. Operasional ini dirancang untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat dan menghindari kepadatan.

Volume penumpang dari wilayah Madiun (KA bernomor ganjil) mencapai 25.281 orang, setara 148 persen dari kapasitas tempat duduk yang disediakan. Puncak volume terjadi pada Sabtu dengan 1.830 pelanggan naik dan 1.624 turun. Angka tersebut menunjukkan tingginya permintaan transportasi publik selama libur panjang.

Dampak Positif Terhadap Sistem Transportasi Nasional

Capaian layanan KA lokal BIAS menegaskan relevansi integrasi kereta api dengan bandara. Layanan ini mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat secara efektif dan efisien. Keberhasilan ini mendukung agenda nasional memperkuat sistem transportasi publik yang terintegrasi.

KA BIAS menjadi model bagi pengembangan transportasi massal di daerah lain. Pengalaman ini dapat dijadikan referensi untuk meningkatkan konektivitas wilayah dan efisiensi angkutan. Dengan layanan yang semakin optimal, masyarakat mendapatkan pilihan transportasi yang modern dan andal.

Komitmen KAI Daop 7 Madiun adalah terus menghadirkan layanan kereta api yang responsif terhadap kebutuhan publik. Upaya ini sekaligus memperkuat integrasi moda transportasi di tingkat nasional. Ke depan, layanan KA BIAS diharapkan semakin mendukung mobilitas masyarakat secara berkelanjutan dan nyaman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index