JAKARTA - Data terbaru dari KBRI Tokyo menunjukkan lonjakan drastis jumlah WNI yang menetap di Negeri Sakura. Dalam periode Juni 2024 hingga Juni 2025, tercatat kenaikan sebesar 37,2%, sehingga total WNI di Jepang kini mencapai 230.689 orang.
Fenomena ini mencerminkan hubungan people-to-people connection yang semakin kuat, di mana WNI kini menjadi bagian integral dari masyarakat Jepang dalam berbagai peran strategis.
Sebaran Wilayah Terbanyak
WNI tidak hanya terkonsentrasi di ibu kota, tetapi tersebar di berbagai prefektur. Berikut adalah lima wilayah dengan populasi WNI tertinggi:
Aichi: 18.484 orang
Tokyo: 14.439 orang
Osaka: 13.592 orang
Saitama: 12.652 orang
Chiba: 12.229 orang
Kontribusi WNI di Jepang
Angka ratusan ribu tersebut terdiri dari berbagai profesi yang mendukung ekosistem kehidupan sehari-hari di Jepang, mulai dari:
Pekerja profesional dan perawat.
Pelajar dan peneliti.
Seniman hingga wirausaha.
Etika "Kuki wo Yomu" dan Budaya Lokal
Dengan bertambahnya jumlah WNI, KBRI Tokyo memberikan pengingat penting mengenai pentingnya menjaga nama baik bangsa dengan mematuhi norma setempat. Salah satu konsep kunci yang ditekankan adalah "Kuki wo Yomu" (membaca suasana).
Harmoni Sosial: Masyarakat Jepang jarang menegur secara langsung karena mereka mengedepankan harmoni. Oleh karena itu, individu diharapkan mampu peka terhadap lingkungan sekitar tanpa harus ditegur.
Etika Ruang Publik: Hal-hal kecil seperti menjaga volume suara di kereta, memberikan ruang di trotoar, dan menghormati privasi saat mengambil foto adalah bentuk penghormatan terhadap ruang bersama.