JAKARTA - Gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang berlangsung pada 5–15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, resmi menjadi momentum krusial bagi kebangkitan sektor otomotif tanah air.
Di tengah dinamika ekonomi global, pameran ini tidak hanya sekadar ajang unjuk gigi produk terbaru, tetapi juga diposisikan sebagai katalisator utama untuk mempercepat pemulihan pasar domestik dan memperkuat ekosistem industri hijau di Indonesia.
Target Ambisius: Transaksi Rp8 Triliun di Awal Tahun
Pihak penyelenggara, Dyandra Promosindo, menetapkan target yang sangat optimis untuk gelaran tahun ini. IIMS 2026 diharapkan mampu melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya sebagai indikator kuat daya beli masyarakat yang mulai pulih.
Target Transaksi: Lebih dari Rp8 triliun, meningkat secara konsisten dibandingkan tahun 2023 (Rp5,3 triliun) dan 2024 (Rp6,7 triliun).
Target Pengunjung: Membidik 579.337 pengunjung selama sebelas hari pameran.
Skala Pameran: Melibatkan 62 merek kendaraan (36 merek roda empat dan 26 merek roda dua) di atas area seluas 156.170 meter persegi.
Kendaraan Listrik sebagai Motor Pertumbuhan Baru
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, yang membuka acara ini, menegaskan bahwa IIMS 2026 merupakan etalase bagi transformasi industri hijau. Sepanjang tahun 2025, penjualan kendaraan elektrifikasi telah mencatatkan lompatan besar.
Pangsa Pasar EV: Penjualan kendaraan elektrifikasi pada 2025 mencapai 175.144 unit, atau sekitar 21,8% dari total penjualan nasional.
Tren Inovasi: Pameran tahun ini didominasi oleh peluncuran model-model baru berbasis listrik dan hybrid, termasuk kehadiran merek-merek baru seperti iCAR dan kembalinya merek premium Zeekr serta Geely ke pasar Indonesia.
Dampak Ekonomi dan Katalis Pasar Modal
Dari perspektif investasi, IIMS 2026 menjadi sentimen positif bagi emiten di sektor otomotif. Para analis memproyeksikan pameran ini akan memberikan dampak berantai (multiplier effect):
Sektor Perbankan & Pembiayaan: Peningkatan volume kredit kendaraan bermotor melalui mitra pembiayaan resmi.
Ekosistem Pendukung: Dampak positif bagi emiten komponen otomotif dan distribusi seiring dengan peningkatan order book dan eksposur produk baru.
Kepercayaan Konsumen: Kehadiran inovasi seperti robot pintar dari Xpeng hingga mobil terbang menjadi cara efektif untuk memperkuat kepercayaan konsumen terhadap masa depan teknologi otomotif di Indonesia.