Infrastruktur

Infrastruktur Jadi Kunci: Ekonomi Sulsel 2025 Tumbuh 5,43 Persen, Tertinggi Pasca-Pandemi

Infrastruktur Jadi Kunci: Ekonomi Sulsel 2025 Tumbuh 5,43 Persen, Tertinggi Pasca-Pandemi
Infrastruktur Jadi Kunci: Ekonomi Sulsel 2025 Tumbuh 5,43 Persen, Tertinggi Pasca-Pandemi

JAKARTA - Perekonomian Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menunjukkan performa yang semakin solid dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,43 persen (c-to-c) sepanjang tahun 2025.

Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang berada di level 5,02 persen, sekaligus menjadi capaian tertinggi sejak pandemi COVID-19. Pemerintah Provinsi Sulsel menegaskan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur merupakan faktor utama yang mendorong konektivitas dan produktivitas lintas sektor di wilayah ini.

Faktor Pendorong: Infrastruktur Konektivitas dan Investasi

Pemerintah Provinsi Sulsel di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman terus memacu proyek-proyek strategis guna memastikan roda ekonomi bergerak lebih cepat. Salah satu kebijakan yang dinilai berdampak nyata adalah implementasi Multi Years Project (MYP) senilai Rp3,7 triliun.

Konektivitas Jalan: Pembangunan jalan lintas daerah dan jembatan telah memperlancar distribusi logistik, menurunkan biaya transportasi, dan membuka akses bagi sentra-sentra produksi pertanian menuju pasar.

Transformasi Sektor Jasa: Pembangunan infrastruktur juga memicu pertumbuhan pada lapangan usaha jasa lainnya yang mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,80 persen.

Daya Tarik Investasi: Ketersediaan infrastruktur yang memadai menjadikan Sulsel sebagai tujuan investasi yang menarik, yang pada gilirannya menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan daerah.

Analisis Pengeluaran dan Ekspor

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Sulsel dari sisi pengeluaran didorong oleh beberapa komponen utama:

Ekspor Barang dan Jasa: Mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 5,85 persen, berkat perbaikan rantai pasok dan infrastruktur pelabuhan.

Konsumsi Rumah Tangga: Tetap stabil berkat pengendalian inflasi yang efektif oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Investasi: Peningkatan modal masuk yang didorong oleh kemudahan aksesibilitas wilayah.

Pandangan Pakar: Transformasi Menuju Ekonomi Modern

Pakar ekonomi dari Universitas Hasanuddin, Prof. H. Marsuki, menilai capaian ini sebagai sinyal positif transformasi ekonomi Sulsel dari sektor semi-tradisional menuju ekonomi modern yang bernilai tambah tinggi. Program hilirisasi komoditas unggulan seperti padi dan rumput laut yang didukung infrastruktur gudang serta pabrik pengolahan membuat Sulsel tidak lagi bergantung pada penjualan bahan mentah.

"Kebijakan pembangunan yang terarah, mulai dari pembenahan jalan lintas daerah hingga peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, memberikan dampak luas terhadap indikator makroekonomi kita," ungkap Prof. Marsuki.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index