Petani

Sinergi untuk Kedaulatan Pangan Petani: Pengurus Tani Merdeka Indonesia Empat Lawang Resmi Dilantik

Sinergi untuk Kedaulatan Pangan Petani: Pengurus Tani Merdeka Indonesia Empat Lawang Resmi Dilantik
Sinergi untuk Kedaulatan Pangan Petani: Pengurus Tani Merdeka Indonesia Empat Lawang Resmi Dilantik

JAKARTA - Sebuah langkah baru dalam memajukan sektor pertanian di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, resmi dimulai.Pengurus Daerah Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Empat Lawang kini telah sah dilantik. Kehadiran organisasi ini diharapkan menjadi jembatan strategis yang memperkuat hubungan antara para petani lokal dengan pemerintah, guna mengakselerasi produktivitas lahan dan kesejahteraan keluarga tani di wilayah tersebut.

Misi Utama: Menjadi Penyambung Lidah Petani

Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengukuhan wadah perjuangan bagi para petani di Empat Lawang:

Advokasi Kebijakan: Tani Merdeka berkomitmen untuk memastikan aspirasi petani, mulai dari isu pupuk hingga harga jual pasca-panen, sampai ke meja pengambil kebijakan.

Pendampingan Teknis: Organisasi ini berencana memfasilitasi edukasi mengenai teknik pertanian modern dan penggunaan teknologi tepat guna untuk meningkatkan hasil panen.

Memperkuat Sinergi dengan Pemerintah

Dalam sambutannya, ditekankan bahwa keberhasilan sektor agraris bergantung pada kolaborasi lintas sektor:

Akses Permodalan: Membantu petani mendapatkan akses ke program kredit usaha rakyat (KUR) atau bantuan hibah pemerintah dengan lebih mudah melalui pendataan yang akurat.

Distribusi Sarana Produksi: Memastikan bantuan benih, alat mesin pertanian (alsintan), dan pupuk subsidi tepat sasaran dan tepat waktu.

Kemandirian Pangan: Mendukung program pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan kedaulatan pangan, khususnya di Sumatera Selatan yang merupakan salah satu lumbung pangan nasional.

Tantangan dan Harapan di Tahun 2026

Pengurus yang baru dilantik menghadapi dinamika pertanian tahun 2026 yang menuntut adaptasi tinggi:

Modernisasi Pertanian: Mengajak petani muda (milenial) di Empat Lawang untuk terlibat aktif dalam sektor pertanian melalui pendekatan digitalisasi.

Ketahanan Iklim: Mempersiapkan langkah-laki mitigasi menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem agar risiko gagal panen dapat ditekan.

Hilirisasi Produk: Mendorong petani untuk tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga mulai mengolah hasil tani agar memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index