Menaker

Menaker Dorong BLK Jadi Jembatan Efektif Menuju Dunia Kerja bagi Peserta Pelatihan

Menaker Dorong BLK Jadi Jembatan Efektif Menuju Dunia Kerja bagi Peserta Pelatihan
Menaker Dorong BLK Jadi Jembatan Efektif Menuju Dunia Kerja bagi Peserta Pelatihan

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya BLK tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai jalan menuju pekerjaan nyata. Menurutnya, sertifikat pelatihan saja tidak cukup tanpa akses ke jejaring industri dan pasar kerja.

BLK harus bertransformasi menjadi pusat yang mampu menghubungkan peserta dengan peluang kerja sesuai keterampilan yang diperoleh. Hal ini bertujuan agar hasil pelatihan bisa langsung memberikan manfaat ekonomi bagi peserta.

Empat Fungsi Strategis Balai Latihan Kerja

Menaker menegaskan, BLK memiliki empat fungsi utama, yaitu pusat pelatihan vokasi, pusat inovasi, pusat kewirausahaan, dan pusat pengembangan produktivitas. Jika keempat fungsi ini dijalankan dengan baik, BLK dapat menjadi institusi yang benar-benar mendorong daya saing tenaga kerja.

Fokus utama BLK bukan hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menyiapkan jalur masuk ke dunia kerja. Dengan demikian, lulusan pelatihan tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi juga kesempatan untuk langsung bekerja.

Integrasi Pelatihan dan Penempatan Kerja

Yassierli menambahkan, BLK Kemnaker telah menerapkan model integrasi antara pelatihan dan penempatan kerja. Model ini berhasil menempatkan hingga 70 persen lulusan BLK di dunia kerja.

Keberhasilan ini dicapai dengan memperkuat hubungan antara proses pelatihan dan kebutuhan pasar kerja. Pendekatan ini menjamin keterampilan yang diajarkan relevan dan sesuai permintaan industri.

Peran Dinas Ketenagakerjaan dalam Mengawal Lulusan

Selain BLK, Dinas Ketenagakerjaan memiliki peran penting dalam mengawal lulusan pelatihan. Fungsi pengantar kerja di Disnaker membantu memastikan peserta tidak berjalan sendiri setelah pelatihan selesai.

Menaker menekankan kolaborasi antara BLK dan jejaring industri sangat penting. Dengan dukungan Disnaker, lulusan BLK diarahkan dan difasilitasi sampai mereka menempati posisi kerja yang sesuai.

Pelatihan Berbasis Kompetensi di Daerah

Pelatihan berbasis kompetensi (PBK) di daerah juga mendapat perhatian serius dari Kemnaker. Contohnya, BLK Lahat di Sumatera Selatan menerima dukungan pelatihan melalui dana hibah APBN sebanyak tujuh paket.

Hibah ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas BLK di daerah. Selain itu, program ini juga menjadi pijakan pengembangan pelatihan berikutnya agar kualitas tenaga kerja terus meningkat.

Optimalkan Jejaring Industri dan Peluang Kerja

BLK didorong untuk membangun jejaring yang solid dengan industri dan sektor swasta. Dengan koneksi ini, peserta pelatihan memiliki peluang lebih besar untuk langsung ditempatkan di dunia kerja.

Kolaborasi antara pemerintah, BLK, dan industri menjadi kunci keberhasilan program pelatihan. Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan kesempatan praktik langsung di dunia kerja.

Dampak Positif bagi Peningkatan Daya Saing Tenaga Kerja

Transformasi BLK menjadi jembatan menuju pekerjaan nyata meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia. Peserta pelatihan memiliki kompetensi yang relevan dan siap menghadapi kebutuhan pasar kerja modern.

Selain itu, keberhasilan integrasi pelatihan dan penempatan kerja memberikan manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat. Program ini membantu menekan angka pengangguran dan meningkatkan produktivitas nasional.

Harapan Menaker

Menaker berharap seluruh BLK, baik di pusat maupun daerah, menerapkan model integrasi pelatihan dan penempatan kerja. Langkah ini diyakini dapat mencetak lulusan yang kompeten, mandiri, dan siap bersaing di dunia kerja.

Dengan dukungan dana hibah, jejaring industri, dan pengawasan Disnaker, BLK menjadi lebih dari sekadar tempat belajar. Institusi ini kini berperan sebagai pusat inovasi, kewirausahaan, dan pengembangan produktivitas yang membawa manfaat nyata bagi peserta.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index