JAKARTA - Langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur energi di wilayah Sumatera Utara kembali mencatatkan pencapaian penting.
PT Pertamina Gas (Pertagas), sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, secara resmi telah melaksanakan penyaluran gas bumi perdana (gas in) ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan untuk mendukung hilirisasi industri nasional serta menyediakan sumber energi yang lebih bersih, efisien, dan kompetitif bagi para pelaku usaha di kawasan strategis tersebut. Dengan tersedianya pasokan gas yang stabil, KEK Sei Mangkei diharapkan dapat bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang lebih tangguh dan berkelanjutan di wilayah barat Indonesia.
Kehadiran energi gas bumi ini tidak hanya menjadi bahan bakar operasional bagi industri, tetapi juga menjadi magnet daya tarik bagi investor global yang mengutamakan aspek keberlanjutan dan efisiensi biaya dalam rantai produksi mereka.
Optimalisasi Infrastruktur Pipa Gas Dan Keandalan Pasokan Energi Industri
Keberhasilan penyaluran gas ke KEK Sei Mangkei ini didukung oleh infrastruktur jaringan pipa transmisi dan distribusi yang andal. Pertagas memanfaatkan konektivitas pipa yang terintegrasi guna memastikan aliran gas mengalir dengan tekanan yang stabil sesuai dengan kebutuhan teknis industri di kawasan tersebut. Langkah ini menunjukkan kapabilitas teknis Pertagas dalam mengelola distribusi energi berskala besar di area yang memiliki kompleksitas operasional tinggi.
"Pertagas menyalurkan gas bumi di KEK Sei Mangkei," menjadi bukti nyata peran aktif perusahaan dalam mempercepat transisi energi di sektor industri. Dengan beralih dari bahan bakar fosil cair ke gas bumi, perusahaan-perusahaan di KEK Sei Mangkei dapat menekan biaya produksi secara signifikan sekaligus mengurangi emisi karbon secara kolektif, sejalan dengan visi industri hijau yang dicanangkan pemerintah.
Dampak Ekonomi Dan Peningkatan Daya Saing Investasi Di Sumatera Utara
Penyaluran gas bumi ini diprediksi akan memberikan efek pengganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal dan nasional. Dengan ketersediaan energi yang kompetitif, biaya logistik dan operasional industri dapat dipangkas, sehingga produk-produk yang dihasilkan dari KEK Sei Mangkei memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar internasional. Hal ini secara otomatis akan memacu peningkatan ekspor dan devisa negara.
Selain itu, kepastian pasokan energi menjadi parameter utama bagi calon investor dalam mengambil keputusan investasi. KEK Sei Mangkei kini memiliki posisi tawar yang lebih tinggi dibandingkan kawasan industri lainnya karena didukung oleh infrastruktur energi yang matang. Peningkatan aktivitas industri ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar, meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar, dan mendorong pertumbuhan UMKM di wilayah penyangga kawasan.
Komitmen Pertagas Terhadap Keamanan Operasional Dan Layanan Prima
Dalam proses penyaluran gas ini, Pertagas senantiasa mengedepankan standar keamanan tinggi atau Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Monitoring rutin terhadap jaringan pipa dan fasilitas pendukung lainnya dilakukan secara digital dan fisik untuk mencegah gangguan distribusi. Pertagas juga memastikan adanya layanan purna jual yang responsif bagi para penyewa (tenant) di KEK Sei Mangkei guna menjamin kelancaran aktivitas produksi mereka tanpa hambatan energi.
Sinergi antara Pertagas, pengelola kawasan, dan pemerintah daerah merupakan kunci utama dalam menjaga keberlanjutan pasokan ini. Kolaborasi ini memastikan bahwa kebutuhan energi industri akan selalu terpenuhi seiring dengan meningkatnya jumlah tenant yang masuk ke kawasan tersebut di masa depan.