JAKARTA - Solo selalu memiliki cara istimewa untuk memanjakan lidah para pencinta masakan nusantara.
Menjelang tahun 2026, kota ini tetap menjadi magnet bagi wisatawan yang mencari kehangatan dalam setiap suapan hidangan tradisional.
Bagi Anda yang sedang merencanakan momen berkumpul, mencari lokasi makan siang di Solo bukan sekadar tentang rasa, melainkan juga tentang atmosfer yang ditawarkan.
Dari pengalaman unik menyantap hidangan di bawah rimbunnya pepohonan hingga mencicipi gudeg yang telah melegenda selama puluhan tahun, setiap sudut Kota Bengawan menyimpan cerita rasa yang tak terlupakan bagi setiap anggota keluarga.
Sensasi Makan Siang Teduh Di Bawah Naungan Pohon Besar
Salah satu tren yang kian diminati dalam kuliner Solo adalah konsep rumah makan terbuka yang menyatu dengan alam. Bayangkan Anda duduk bersama keluarga, menikmati semilir angin sepoi-sepoi di bawah naungan pohon besar yang rindang.
Suasana seperti ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik dari teriknya matahari siang, tetapi juga menciptakan ruang yang rileks untuk berbincang akrab. Beberapa tempat makan di pinggiran Solo menawarkan konsep ini dengan sajian menu rumahan seperti sayur lodeh, ikan bakar, hingga sambal dadak yang segar.
Konsep makan di bawah pohon ini sering kali dipadukan dengan bangunan joglo atau saung bambu yang menambah kesan pedesaan yang kental. Keasrian lingkungan ini menjadi nilai tambah bagi keluarga yang ingin melarikan diri sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan.
Anak-anak dapat bergerak lebih bebas, sementara orang tua dapat menikmati hidangan dengan lebih santai. Ini adalah pilihan sempurna untuk menciptakan memori makan siang yang berkualitas dengan balutan suasana alam yang asri.
Menelusuri Jejak Rasa Melalui Warung Gudeg Legendaris Solo
Belum lengkap rasanya berkunjung ke Solo tanpa mencicipi gudegnya yang khas. Berbeda dengan gudeg Yogyakarta yang cenderung sangat manis dan kering, gudeg Solo memiliki karakteristik rasa yang lebih gurih dengan sentuhan kuah santan kental atau sering disebut areh. Menikmati gudeg legendaris di Solo saat makan siang adalah cara terbaik untuk mengapresiasi warisan kuliner yang telah dijaga resepnya secara turun-temurun.
Warung-warung gudeg legendaris ini biasanya mulai ramai dikunjungi sejak pagi hingga siang hari. Paduan antara gudeg nangka yang lembut, ayam kampung empuk, telur pindang, serta krecek yang pedas memberikan ledakan rasa yang pas. Keunikan lain dari gudeg Solo adalah penyajiannya yang sering ditemani dengan bubur lemu yang halus, memberikan tekstur yang nyaman di mulut. Makan siang dengan menu ini dijamin akan memuaskan kerinduan akan masakan autentik Jawa yang penuh filosofi.
Pilihan Menu Tradisional Paling Populer Untuk Jamuan Keluarga
Selain gudeg, Solo juga menawarkan beragam pilihan menu lain yang sangat ramah untuk lidah lintas generasi. Selat Solo menjadi salah satu primadona karena tampilannya yang mirip steak Eropa namun dengan cita rasa lokal yang dominan manis-gurih. Isian daging sapi, telur, dan beragam sayuran seperti buncis, wortel, serta kentang menjadikannya hidangan yang cukup sehat dan mengenyangkan. Tekstur kuahnya yang encer dan segar sangat cocok dinikmati untuk menangkal cuaca panas di tengah hari.
Opsi lain yang tak kalah menarik adalah Nasi Liwet. Hidangan nasi gurih yang dimasak dengan santan dan disajikan dengan sayur labu siam, suwiran ayam, serta kumut (areh santan) ini selalu menjadi favorit dalam setiap jamuan keluarga. Porsinya yang pas dan rasa gurihnya yang tidak berlebihan membuat Nasi Liwet sering kali dipesan dalam jumlah banyak saat acara kumpul-kumpul. Kekayaan variasi menu ini memastikan bahwa setiap anggota keluarga, mulai dari anak-anak hingga lansia, memiliki pilihan favorit mereka sendiri.
Tips Memilih Lokasi Makan Siang Agar Momen Berkesan
Saat merencanakan makan siang keluarga di Solo, ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan agar kenyamanan tetap terjaga. Pertama, pastikan lokasi yang dipilih memiliki fasilitas parkir yang memadai dan area duduk yang cukup luas untuk rombongan besar. Beberapa tempat makan legendaris mungkin memiliki kapasitas terbatas, sehingga datang lebih awal atau melakukan reservasi sangat disarankan agar tidak terjebak antrean panjang yang melelahkan.
Kedua, perhatikan aksesibilitas lokasi, terutama jika membawa anggota keluarga lansia atau balita. Pilihlah tempat yang memiliki fasilitas pendukung seperti toilet yang bersih dan area ibadah. Dengan mempertimbangkan detail-detail kecil ini, momen bersantap siang tidak hanya akan memuaskan rasa lapar, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota keluarga dengan cara yang paling nikmat.