Penyeberangan

Kemenhub Siapkan Lima Jalur Penyeberangan Laut Strategis Guna Memperlancar Arus Mudik Jawa-Sumatera 2026

Kemenhub Siapkan Lima Jalur Penyeberangan Laut Strategis Guna Memperlancar Arus Mudik Jawa-Sumatera 2026
Kemenhub Siapkan Lima Jalur Penyeberangan Laut Strategis Guna Memperlancar Arus Mudik Jawa-Sumatera 2026

JAKARTA - Menjelang masa angkutan Lebaran 2026, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengambil langkah proaktif untuk mengatasi tantangan klasik kepadatan lalu lintas di lintas Jawa-Sumatera. Menyadari bahwa Pelabuhan Merak sering kali mengalami titik jenuh saat puncak arus mudik, Kemenhub secara resmi telah menyiapkan lima jalur penyeberangan laut sebagai alternatif strategis.

Langkah ini bertujuan untuk mendistribusikan beban kendaraan secara lebih merata, memperpendek waktu antrean, dan memastikan kelancaran mobilitas jutaan pemudik yang akan menyeberang dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera maupun sebaliknya.

Strategi ini merupakan bagian dari evaluasi besar-besaran terhadap pola pergerakan masyarakat pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan mengaktifkan beberapa dermaga dan pelabuhan bantuan, pemerintah berharap dapat meminimalisir penumpukan kendaraan di satu titik utama. Koordinasi intensif antara Kemenhub, ASDP, dan instansi keamanan terkait kini difokuskan pada sinkronisasi jadwal kapal dan optimalisasi fasilitas di pelabuhan-pelabuhan pendukung tersebut.

Optimalisasi Pelabuhan Bantuan Untuk Mengurai Kepadatan Di Merak

Inti dari skema yang disiapkan Kemenhub tahun ini adalah pengalihan sebagian arus kendaraan ke pelabuhan non-reguler. Selain Pelabuhan Merak yang tetap menjadi jalur utama bagi kendaraan pribadi dan bus, pelabuhan lain seperti Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) kembali disiapkan untuk melayani kendaraan logistik serta sepeda motor. Pemisahan jenis kendaraan ini terbukti efektif dalam menjaga kelancaran alur masuk ke kapal dan mencegah percampuran kendaraan besar dengan kendaraan roda dua yang sering memicu kemacetan di area kantong parkir.

Kemenhub juga menekankan pentingnya penggunaan jalur penyeberangan alternatif lainnya untuk mengakomodasi pemudik dari wilayah Jabodetabek yang ingin menghindari titik kemacetan di jalan tol menuju Merak. Dengan adanya pembagian beban ke lima jalur penyeberangan ini, diharapkan indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan transportasi selama mudik Lebaran 2026 dapat meningkat secara signifikan, seiring dengan berkurangnya durasi tunggu di pelabuhan.

Fasilitas Dan Kapasitas Armada Pada Jalur Penyeberangan Tambahan

Guna mendukung operasional di lima jalur tersebut, Kemenhub bersama operator kapal telah menyiagakan armada tambahan dengan kapasitas angkut yang lebih besar. Kapal-kapal tersebut telah melalui proses ramp check untuk memastikan standar keamanan dan keselamatan terpenuhi sebelum masa puncak mudik dimulai.

Fasilitas di pelabuhan alternatif pun tidak luput dari perhatian; mulai dari perbaikan akses jalan menuju pelabuhan, penyediaan tenda peneduh untuk pemudik motor, hingga penambahan posko kesehatan dan layanan mobile toilet.

Pemerintah juga mendorong penggunaan pelabuhan di wilayah Jakarta atau sekitarnya yang melayani rute langsung menuju Sumatera (seperti rute Jakarta-Panjang) untuk mengurangi volume kendaraan di jalur darat menuju Banten. Penyiapan jalur penyeberangan laut jarak jauh ini dipandang sebagai solusi cerdas bagi pemudik yang ingin menghemat waktu tempuh dan tenaga, sekaligus mengurangi beban kepadatan di ruas Tol Tangerang-Merak.

Digitalisasi Tiket Dan Pengaturan Arus Lalu Lintas Menuju Pelabuhan

Selaras dengan penyiapan lima jalur penyeberangan tersebut, Kemenhub mempertegas aturan mengenai kewajiban pembelian tiket secara daring melalui platform resmi. Hal ini krusial agar pemerintah dapat memantau kuota penumpang yang tersedia di tiap jalur penyeberangan secara real-time.

Dengan data yang akurat, petugas di lapangan dapat melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengarahkan kendaraan ke jalur penyeberangan yang masih memiliki kapasitas kosong, sehingga tidak terjadi penumpukan di satu lokasi saja.

Sinergi dengan pihak kepolisian dalam menerapkan sistem delaying system di rest area menuju pelabuhan juga akan tetap diberlakukan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kendaraan yang tiba di area pelabuhan adalah kendaraan yang memang sudah memiliki tiket dan siap diseberangkan sesuai dengan jadwal yang tertera. Melalui integrasi antara kesiapan infrastruktur pelabuhan, ketersediaan armada, dan manajemen trafik yang ketat, Kemenhub optimis arus mudik Jawa-Sumatera tahun 2026 akan berjalan lebih teratur dan kondusif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index