Puasa Ramadan

Puasa Ramadan Ternyata Memberikan Manfaat Besar bagi Kesehatan Sistem Pencernaan Tubuh

Puasa Ramadan Ternyata Memberikan Manfaat Besar bagi Kesehatan Sistem Pencernaan Tubuh
Puasa Ramadan Ternyata Memberikan Manfaat Besar bagi Kesehatan Sistem Pencernaan Tubuh

JAKARTA - Puasa bukan sekadar ibadah spiritual, tetapi juga membawa efek positif pada tubuh. Salah satunya adalah meningkatkan kesehatan lambung dan sistem pencernaan secara keseluruhan.

Dokter Penyakit Dalam subspesialis Konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi, Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa puasa membuat pola makan menjadi lebih teratur. Dengan sahur dan berbuka sebagai waktu makan utama, lambung mendapat jeda dari gangguan sehari-hari.

Pola Makan Tidak Teratur dan Dampaknya

Sakit lambung sering dipicu oleh kebiasaan makan yang tidak teratur. Konsumsi camilan sembarangan sepanjang hari juga memperburuk kondisi lambung.

Selain itu, kebiasaan merokok turut meningkatkan risiko gangguan pencernaan. Kombinasi pola makan buruk dan rokok membuat lambung lebih sensitif terhadap peradangan dan nyeri.

Pengaruh Stres terhadap Sistem Pencernaan

Faktor stres seperti cemas, sedih, dan gelisah bisa memperburuk keluhan pencernaan. Orang yang stres lebih rentan mengalami maag, perut kembung, atau gangguan pencernaan lainnya.

Selama puasa, fokus beribadah dan meningkatkan aktivitas spiritual dapat menenangkan pikiran. Zikir, sholat sunat, dan pengendalian diri membantu menurunkan tingkat stres yang berdampak langsung pada lambung.

Puasa Membantu Mengurangi Konsumsi Camilan dan Rokok

Ketika berpuasa, seseorang otomatis mengurangi atau bahkan berhenti mengonsumsi camilan tidak sehat sepanjang hari. Pola ini memberi kesempatan lambung untuk beristirahat dari proses pencernaan terus-menerus.

Selain itu, kebiasaan merokok juga cenderung berkurang saat puasa. Kombinasi ini membuat keluhan maag lebih jarang kambuh dan perut terasa lebih ringan.

Jeda bagi Sistem Pencernaan Selama Puasa

Puasa memberi jeda bagi lambung dan usus agar tidak terus bekerja tanpa henti. Akibatnya, proses pencernaan lebih efisien dan keluhan gastrointestinal menurun.

Pola buang air besar juga cenderung menjadi lebih teratur. Orang yang berpuasa melaporkan perut lebih nyaman, tidak kembung, dan energi lebih stabil sepanjang hari.

Kesimpulan Kesehatan Pencernaan dan Manfaat Puasa

Orang yang menjalani puasa cenderung mengalami kondisi pencernaan lebih sehat dibandingkan saat tidak berpuasa. Teratur makan, berhenti camilan tidak sehat, dan pengurangan rokok menjadi faktor utama.

Kesehatan lambung, pola BAB yang lebih teratur, dan tubuh lebih ringan adalah bukti nyata manfaat puasa. Ditambah dengan pengendalian diri dan aktivitas spiritual, puasa memberikan manfaat ganda bagi tubuh dan pikiran.

Prof Ari menegaskan bahwa puasa bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga cara menjaga kesehatan tubuh. Terutama sistem pencernaan yang bekerja optimal saat mendapat waktu istirahat yang cukup selama berpuasa.

Puasa sebaiknya dijalani dengan pola makan sahur dan berbuka seimbang. Hindari makanan berlemak berlebihan, terlalu pedas, atau minuman yang merangsang asam lambung agar manfaat kesehatan maksimal.

Dengan kombinasi pola makan yang tepat, pengendalian stres, dan jeda bagi sistem pencernaan, puasa menjadi strategi alami menjaga kesehatan lambung. Tubuh akan terasa lebih ringan, energi stabil, dan risiko gangguan pencernaan berkurang secara signifikan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index