Hati-Hati 8 Kondisi Ini Bisa Jadi Gejala Kolesterol Tinggi pada Tubuh

Hati-Hati 8 Kondisi Ini Bisa Jadi Gejala Kolesterol Tinggi pada Tubuh
Ilustrasi Mudah Lelah.

JAKARTA - Kolesterol tinggi sering kali berkembang tanpa disadari oleh para penderitanya.

Banyak orang baru mengetahui kadar kolesterolnya melonjak setelah melakukan pemeriksaan kesehatan rutin atau saat timbul komplikasi yang jauh lebih berat.

Kondisi ini kerap dijuluki sebagai silent condition karena pada tahap awal tidak selalu menunjukkan gejala yang kasatmata.

Kendati demikian, tubuh sebenarnya memberikan berbagai sinyal yang patut diwaspadai, terutama bagi mereka yang menggemari santapan tinggi lemak.

Sebagaimana dirangkum dari Artemis Hospitals dan Kenans Villep Pharmacy, terdapat beberapa indikasi fisik yang dapat menjadi petunjuk kadar kolesterol tinggi.

Kesemutan atau Mati Rasa pada Tangan dan Kaki

Munculnya sensasi kesemutan maupun mati rasa pada area tangan dan kaki merupakan salah satu penanda adanya gangguan pada sirkulasi darah.

Kondisi ini umumnya terjadi saat penumpukan plak kolesterol di dalam dinding pembuluh darah mulai menghalangi aliran darah yang membawa suplai oksigen ke jaringan tubuh.

Saat pasokan darah terhambat, jaringan saraf di area tertentu akan mengalami kekurangan oksigen sehingga memicu rasa kesemutan, mati rasa, hingga nyeri ringan.

Apabila keluhan ini dialami secara terus-menerus, pemeriksaan medis sangat disarankan untuk memastikan penyebab utamanya.

Nyeri atau Tekanan di Area Dada

Sensasi nyeri maupun tekanan di area dada menjadi sinyal bahwa organ jantung kekurangan asupan oksigen.

Keadaan yang dikenal sebagai angina ini erat kaitannya dengan penyempitan pembuluh darah akibat akumulasi lemak kolesterol.

Menyempitnya arteri utama membuat jantung dipaksa bekerja lebih keras guna memompa darah, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan saat beraktivitas fisik atau mengalami stres.

Sesak Napas

Keluhan sesak napas yang timbul secara mendadak tanpa pemicu yang jelas juga dapat mengindikasikan tingginya kadar kolesterol.

Penyempitan pembuluh darah membuat distribusi darah menuju organ jantung dan paru-paru menjadi kurang optimal.

Dampaknya, tubuh kesulitan memperoleh pasokan oksigen yang cukup, terutama sewaktu melakukan kegiatan fisik seperti berjalan kaki maupun menaiki tangga.

Muncul Endapan Lemak pada Kulit

Kadar kolesterol yang tinggi dapat meninggalkan jejak yang terlihat langsung pada permukaan kulit.

Tanda ini dapat berupa kemunculan endapan lemak berwarna kekuningan atau xanthoma yang sering mendiami area sekitar mata, siku, lutut, atau jemari tangan.

Meskipun tidak terasa sakit, munculnya xanthoma mengindikasikan adanya masalah pada metabolisme lipid dalam tubuh.

Pembengkakan pada Kaki

Terjadinya pembengkakan pada bagian kaki atau pergelangan kaki bisa dipicu oleh ketidakmampuan jantung dalam memompa darah secara efisien.

Penyempitan arteri akibat tumpukan kolesterol membuat cairan mengendap pada jaringan tubuh bagian bawah.

Efek bengkak ini biasanya makin jelas terlihat setelah seseorang berdiri atau duduk dalam jangka waktu yang lama.

Lingkaran Putih atau Abu-abu di Sekitar Mata

Gejala khas lainnya ditandai dengan munculnya lingkaran berwarna putih atau abu-abu di sekeliling kornea mata yang dikenal sebagai arcus senilis.

Fenomena ini lumrah dijumpai pada kelompok usia lanjut. Namun, jika timbul pada usia muda, kondisi tersebut menjadi indikasi kuat adanya gangguan metabolisme lemak.

Tekanan Darah Tinggi

Kolesterol tinggi kerap muncul beriringan dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Plak kolesterol yang menebal di dinding arteri membuat saluran pembuluh darah makin menyempit, sehingga memicu peningkatan tekanan darah secara signifikan.

Oleh karena itu, pengawasan tekanan darah secara berkala sangat krusial dilakukan, khususnya bagi pemilik riwayat kolesterol tinggi.

Stroke Ringan

Penumpukan kolesterol berisiko memicu terjadinya penyumbatan pembuluh darah di otak yang berujung pada serangan stroke.

Sinyal peringatan awalnya dapat berupa serangan iskemik sementara atau transient ischemic attack (stroke ringan) dengan gejala pusing mendadak, tubuh lemas di satu sisi, hingga gangguan penglihatan.

Meskipun gejala stroke ringan ini bisa mereda dengan cepat, penanganan medis tetap wajib dilakukan demi mengantisipasi risiko stroke berat di kemudian hari.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index