Pilihan 6 Kacang Terbaik untuk Diet Efektif dan Berat Badan Ideal

Pilihan 6 Kacang Terbaik untuk Diet Efektif dan Berat Badan Ideal
Ilustrasi Kacang mete.

JAKARTA - Jenis kacang paling tepat untuk program penurunan berat badan bukan sekadar yang memiliki nilai kalori terendah. Justru kandungan kaya protein, serat, serta lemak tak jenuh di dalamnya sanggup mempertahankan rasa kenyang lebih lama guna memudahkan pengendalian nafsu makan.

Merujuk pada GoodRx, mengonsumsi kacang-kacangan dalam jumlah yang wajar tidak serta-merta menaikkan bobot tubuh secara langsung. Belum ada satu varian kacang yang terbukti paling dominan untuk memangkas berat badan sebab tiap jenis memuat keunggulan nutrisi tersendiri.

Kunci utamanya ada pada takaran porsi, teknik penyajian, dan pola konsumsi harian secara menyeluruh.

Memang benar bahwa kacang tergolong bahan makanan yang padat kalori. Namun, paduan nutrisi di dalamnya sangat membantu menjaga ketahanan rasa kenyang.

Kandungan protein berfungsi menekan rasa lapar, lalu serat bekerja melambatkan sistem pencernaan sembari menjaga kestabilan kadar gula darah.

Di samping itu, lemak tak jenuh berperan memperlambat proses pengosongan lambung supaya daya tahan kenyang berlangsung lebih lama. Bahan ini pun menyimpan antioksidan guna meredam stres oksidatif serta menopang kebugaran tubuh.

Ulasan studi yang dikutip GoodRx memperlihatkan bahwa individu yang teratur memakan kacang cenderung mengantongi bobot tubuh dan persentase lemak yang lebih rendah. Riset lain mengemukakan bahwa menyertakan kacang ke dalam menu harian berhubungan dengan penurunan berat badan yang moderat, kisarannya 0,5 pon atau 0,23 kilogram.

Walau begitu, catatan tersebut tidak lantas menggaransi bahwa kacang otomatis menurunkan berat badan. Pengaturan menu makanan secara menyeluruh beserta rutinitas aktivitas fisik tetap memegang peranan krusial dalam dinamika berat badan.

Berikut deretan varian kacang yang ideal dijadikan pelengkap sajian diet:

1. Almond Almond menyimpan kisaran 164 kalori, 6 gram protein, serta 4 gram serat pada setiap 1 ons atau sebanding 28 gram. Asupan protein dan serat tersebut berkhasiat membantu menghadirkan rasa kenyang.

Almond juga kaya akan vitamin E yang bekerja selaku antioksidan. Supaya kian cocok untuk diet, utamakan almond murni tanpa tambahan gula maupun garam, lalu selalulah mengontrol porsinya.

2. Kenari Kenari menyuguhkan komposisi asam lemak omega-3 yang terhitung menonjol ketimbang varian kacang lainnya. Pada takaran 1 ons kenari, tersimpan sekitar 186 kalori dan 18,5 gram lemak.

Dominasi lemak di dalamnya merupakan lemak tak jenuh. Kendati kalorinya tergolong tinggi, kenari tetap pas menjadi bagian dari pola makan sehat selama dikonsumsi sesuai batas wajar.

3. Pistachio Pistachio menyumbang sekitar 159 kalori, 6 gram protein, dan 3 gram serat di tiap 1 ons. Selain nutrisi tersebut, pistachio membantu membatasi porsi makan, utamanya bila memilih jenis yang masih terbungkus cangkang.

Proses membuka cangkangnya memaksa ritme makan menjadi lebih perlahan sehingga membuat seseorang kian sadar akan jumlah yang dilahapnya.

4. Kacang Brazil Kacang Brazil amat ternama sebagai salah satu penyedia selenium ber kadar sangat tinggi. Mineral ini diperlukan tubuh dalam takaran sedikit dan memegang peranan pada beragam fungsi vital, termasuk menunjang sistem antioksidan.

Akan tetapi, takaran makannya wajib dibatasi berhubung kadar selenium satu butirnya sudah terhitung tinggi. Sebutir kacang Brazil dapat memuat sekitar 68-91 mikrogram selenium, sedangkan ambang batas harian selenium dewasa berada di angka 400 mikrogram per hari. Maka dari itu, kacang Brazil tidak perlu dimakan berlebihan demi meraih kebaikan nutrisinya.

5. Kacang mete Kacang mete menyumbangkan sekitar 157 kalori, 5 gram protein, dan 1 gram serat untuk setiap 1 ons. Kacang ini turut menyimpan jajaran mineral dan vitamin, macam zat besi, vitamin K, hingga zinc yang menyokong pemenuhan nutrisi tubuh.

Serupa dengan jenis kacang lainnya, kacang mete wajib dikonsumsi dalam porsi yang proporsional, mengingat kadar kalorinya yang relatif tinggi.

6. Kacang tanah Meski secara klasifikasi botani tergolong tanaman polong-polongan, kacang tanah biasa dikonsumsi dan memiliki profil gizi serupa kelompok kacang-kacangan lainnya.

Pada 1 ons kacang tanah terkandung kisaran 161 kalori dan 7 gram protein. Asupan tersebut menjadikannya salah satu opsi dengan kadar protein tertinggi di dalam daftar ini.

Kacang tanah sangat cocok dijadikan camilan yang mengenyangkan. Namun, alangkah baiknya memilih kacang tanah yang bebas dari olahan minyak berlebih, imbuhan garam, atau gula.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index