JAKARTA - Banderol pangan nasional di pasar tradisional pada Kamis (20/8/2026) sebagian besar mencatatkan penurunan. Tren penyusutan ini melanda komoditas beras, kelompok bawang, cabai, daging sapi, gula pasir, minyak goreng kemasan, hingga telur ayam.
Merujuk pada data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, harga beras pada Kamis (20/8/2026) secara menyeluruh bergerak melemah. Beras kualitas bawah I menyusut 2,02% menjadi Rp14.550 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II melorot 7,85% menuju Rp13.500 per kilogram.
Berikutnya, beras kualitas medium I terkoreksi 3,04% ke posisi Rp15.950 per kilogram dan beras kualitas medium II susut 6,44% menjadi Rp15.250 per kilogram. Untuk beras kualitas super I merosot 6,76% ke level Rp16.550 per kilogram, sementara beras kualitas super II turun 6,1% menjadi Rp16.150 per kilogram.
Penurunan juga melanda kelompok komoditas bawang. Rata-rata harga bawang merah ukuran sedang melorot 18,15% menjadi Rp32.250 per kilogram. Di saat yang sama, banderol bawang putih ukuran sedang anjlok 23,46% ke posisi Rp31.000 per kilogram.
Pada kategori cabai, seluruh varian turut mencatatkan penurunan harga. Cabai merah besar susut 39,15% menjadi Rp30.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting anjlok 26,47% menuju Rp37.500 per kilogram. Cabai rawit hijau melorot 33,52% ke angka Rp36.500 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah terkoreksi 15,19% menjadi Rp52.750 per kilogram.
Beralih ke sektor protein hewani, harga daging ayam ras segar justru merangkak naik 0,97% menjadi Rp41.650 per kilogram. Berseberangan dengan hal itu, harga daging sapi kualitas I melemah 8,36% menuju Rp138.750 per kilogram, serta daging sapi kualitas II turun 8,68% menjadi Rp130.000 per kilogram.
Untuk komoditas gula, varian gula pasir kualitas premium menyusut 8,87% ke posisi Rp18.500 per kilogram. Adapun gula pasir lokal terkoreksi 10,76% menjadi Rp17.000 per kilogram.
Pada kelompok minyak goreng, banderol minyak goreng curah menguat 3,18% menjadi Rp21.100 per kilogram. Di sisi lain, minyak goreng kemasan bermerek I turun 8,25% ke level Rp22.250 per kilogram dan minyak goreng kemasan bermerek II melorot 9,77% menjadi Rp21.250 per kilogram.
Sementara itu, harga telur ayam ras segar tercatat melorot 22,96% menuju Rp22.650 per kilogram.
Secara keseluruhan, peta harga pangan pada 20 Agustus 2026 memperlihatkan penurunan pada hampir seluruh jenis komoditas. Kemerosotan paling signifikan tercatat pada bawang putih ukuran sedang yang anjlok 23,46% ke angka Rp31.000 per kilogram, lalu disusul telur ayam ras, cabai merah besar, cabai rawit hijau, serta bawang merah.
Bertolak belakang dengan tren tersebut, harga daging ayam ras dan minyak goreng curah masih menunjukkan kenaikan.