JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menilai tren penjualan beras khusus, termasuk beras fortifikasi, tidak akan menggeser pasar beras premium maupun medium di ritel modern.
"Saya pikir pasarnya beda ya, pangsanya berbeda ya. Makanya sekarang juga Bulog sudah menyediakan beras premium dan medium. Saya pikir itu pangsanya berbeda," ujar Budi di Jakarta, Kamis.
Budi menegaskan pemerintah terus mendorong ketersediaan stok beras premium serta medium di jaringan ritel modern secara konsisten.
Saat ini, komoditas beras premium di ritel modern dipasok oleh Perum Bulog mengusung merek Befood, sedangkan varian medium disalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Dengan begitu, masyarakat memiliki pilihan yang lebih beragam.
"Untuk beras premium di ritel modern kan sekarang dipasok oleh Bulog ya, dengan merek Befood. Befood kemudian untuk yang medium nanti ada juga SPHP dari Bulog. Ya kami dorong terus untuk mengisi di ritel modern," katanya.
Menanggapi wacana penetapan harga eceran tertinggi (HET) untuk beras fortifikasi, Budi menyampaikan regulasi tersebut merupakan domain kewenangan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Kendati demikian, Kementerian Perdagangan (Kemendag) tetap mengencangkan pengawasan terhadap peredaran beras fortifikasi guna memastikan kualitas produk di lapangan presisi dengan keterangan pada kemasan.
"Kami terus melakukan pengawasannya. Jadi kalau fortifikasi ini, jangan sampai beras yang beredar tidak sesuai dengan kandungan yang dia tulis di dalam packing-nya itu," jelas Budi.